- Politisi PDIP, Mohamad Guntur Romli, mengecam pelaporan Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya terkait stand up comedy "Mens Rea".
- Guntur Romli berpendapat pelaporan hukum tersebut adalah bentuk intimidasi terhadap kebebasan berekspresi publik di Indonesia.
- Pelapor mengatasnamakan Angkatan Muda NU, namun klaim tersebut dibantah oleh pengurus PBNU karena ormas tersebut tidak mengenalnya.
Suara.com - Politisi PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, mengecam keras pelaporan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya terkait materi dalam pertunjukan stand up comedy spesial bertajuk "Mens Rea".
Guntur menilai langkah hukum tersebut merupakan bentuk intimidasi terhadap kebebasan berekspresi di Indonesia.
Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Pandji dalam materinya merupakan representasi dari kegelisahan jutaan rakyat Indonesia mengenai kondisi pemerintahan dan pelayanan publik saat ini.
Ia menegaskan bahwa kritik melalui seni seharusnya disikapi dengan bijak, bukan dengan laporan polisi.
"Kami mengecam pelaporan Pandji ke Polda Metro Jaya karena merupakan bentuk intimidasi terhadap kebebasan bersuara. Seharusnya materi stand up comedy tersebut menjadi bahan introspeksi, karena Pandji adalah bagian dari rakyat yang memiliki hak bersuara tentang kondisi negeri ini," ujar Guntur dalam keterangannya kepada Suara.com, Jumat (9/1/2025).
Ia menyayangkan adanya pihak yang membawa materi komedi ke ranah hukum pidana.
Ia berpendapat bahwa perdebatan di ruang publik, terutama dalam bentuk seni humor, seharusnya diselesaikan dengan cara yang setara.
"Kalau pun humor mau direspons, harusnya dengan humor. Stand up comedy dibalas dengan stand up comedy, bukan dengan pelaporan polisi," tegasnya.
Lebih lanjut, Guntur menyatakan bahwa pihaknya tidak menemukan unsur pelanggaran hukum seperti yang dituduhkan, yakni pencemaran nama baik, penghasutan, hingga penistaan agama dalam materi "Mens Rea".
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Dilaporkan Angkatan Muda NU dan Muhammadiyah, Terkait Materi Mens Rea
Menurutnya, narasi yang dibangun Pandji adalah hal yang lumrah dibicarakan masyarakat di media sosial, seminar, maupun diskusi publik.
"Kami tidak melihat adanya penghinaan, penistaan, fitnah, dan perendahan martabat. Apa yang disuarakan Pandji adalah keprihatinan bersama yang sering terdengar di media, media sosial, dan percakapan publik lainnya," kata dia.
Guntur juga mengkritisi latar belakang pihak pelapor yang membawa-bawa nama organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).
Ia menyebut bahwa klaim pelapor yang mengatasnamakan "Angkatan Muda NU" patut dipertanyakan.
Berdasarkan informasi dari pengurus PBNU, organisasi tersebut menyatakan tidak mengenal kelompok bernama Angkatan Muda NU.
"Apalagi pelapor mencatut nama ormas keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), yang menurut pengurus PBNU tidak mengenal Angkatan Muda NU," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Penistaan Agama dalam Materi 'Mens Rea'
-
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan Angkatan Muda NU dan Muhammadiyah, Terkait Materi Mens Rea
-
Terpopuler: Arti Mens Rea yang Bikin Panas Dingin hingga Istri Dilarang Jadi IRT Dalam Hukum Islam
-
Apa Arti Mens Rea? Special Show Pandji Pragiwaksono yang Bikin Panas Dingin
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi
-
Tentara Israel Klaim Temukan Buku Mein Kampf Saat Cari Prajurit yang Tewas di Lebanon
-
Awal Mula Sahroni Sadar Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta, Berawal dari Tamu Perempuan di DPR
-
KPK Bongkar Modus 4 Pegawai Gadungan yang Peras Ahmad Sahroni, Ternyata Bukan yang Pertama Kali!
-
Kasus Andrie Yunus Tetap di Militer, Menko Yusril Respons Usul Gibran Soal Hakim Ad Hoc
-
Suap Ijon Proyek Bekasi: KPK Sita Duit Kadis Henri Lincoln, Diduga 'Uang Panas' dari Sarjan
-
Riset Global Soroti Inovasi Pertanian AI dari Indonesia, Disebut Bisa Pulihkan Tanah Rusak
-
Militer Israel Kian Brutal di Lebanon, Panglima IDF Cuekin Sinyal Damai Netanyahu
-
Diperas Rp 300 Juta oleh 4 Pegawai KPK Gadungan, Ahmad Sahroni Tegaskan Tak Ada Ancaman
-
6 Fakta Tragis Siswa SMP di Siak Tewas Saat Ujian IPA, Senapan Rakitan Mendadak Meledak