- Anggota Kongres Randy Fine memperkenalkan RUU pada Senin (12/1/2026) untuk menjadikan Greenland sebagai negara bagian Amerika Serikat.
- Inisiatif ini bertujuan mencegah kontrol wilayah Arktik oleh Rusia dan China karena lokasi serta sumber daya mineralnya.
- Denmark dan Greenland menolak penjualan kedaulatan, sementara Menteri Luar Negeri AS dijadwalkan bertemu pejabat terkait.
Kopenhagen secara berulang kali menegaskan bahwa kedaulatan Denmark atas pulau tersebut tidak untuk diperjualbelikan.
Greenland, sebagai wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark, memiliki pemerintahan sendiri yang mengelola urusan domestik.
Respons dari para pemimpin di Nuuk (ibu kota Greenland) tetap konsisten: Greenland terbuka untuk bisnis dan kerja sama ekonomi, namun bukan untuk dimiliki oleh negara lain.
Situasi diplomatik ini diperkirakan akan semakin intens dalam beberapa hari ke depan. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja untuk bertemu dengan para pejabat tinggi di Denmark dan Greenland pekan ini.
Pertemuan tersebut diprediksi akan menjadi babak baru dalam perdebatan kedaulatan wilayah Arktik yang semakin memanas.
Greenland telah lama menarik minat militer AS, terutama dengan keberadaan Pangkalan Udara Pituffik (sebelumnya Thule Air Base) yang menjadi bagian dari sistem peringatan dini rudal balistik.
Namun, dengan mencairnya es di kutub akibat perubahan iklim, rute pelayaran baru dan akses ke deposit mineral langka telah mengubah Greenland menjadi pusat perebutan pengaruh global.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi
-
China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar
-
China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!
-
Kerugian Iran Tembus Rp4.300 Triliun, Garda Revolusi Siapkan Serangan Balasan ke AS-Israel