- Literasi halal masyarakat Indonesia masih rendah, menyebabkan konsep halal hanya sebatas label bukan standar kualitas produk.
- LPPOM menyelenggarakan Gen Halal Championship 2025 menargetkan pelajar SMA/SMK/MA untuk membangun kesadaran halal sejak dini.
- Kompetisi 9–11 Januari 2026 di Bogor menobatkan Alf Farrassayu Shannyn sebagai juara pertama, menunjukkan pemahaman halal semakin universal.
Suara.com - Meski Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia, tingkat literasi halal di masyarakat dinilai masih perlu diperkuat. Pemahaman halal yang belum merata membuat konsep halal kerap dipersempit sebatas label, belum dipahami sebagai standar kualitas, keamanan, dan keberlanjutan produk.
Padahal, literasi halal memiliki dampak langsung terhadap penguatan ekosistem industri halal nasional. Ketika masyarakat memiliki pemahaman yang baik mengenai halal, tuntutan terhadap produk halal akan meningkat. Kondisi ini mendorong pelaku usaha untuk menjaga kehalalan produknya sekaligus mensertifikasi produk secara resmi.
Bertolak dari kebutuhan tersebut, LPPOM menggelar Gen Halal Championship 2025, sebuah kompetisi literasi halal berskala nasional yang menyasar pelajar SMA/SMK/MA sederajat dari seluruh Indonesia. Program ini dirancang sebagai upaya edukatif untuk menanamkan pemahaman halal sejak dini, sekaligus mencetak agen perubahan dari kalangan generasi muda.
Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, menegaskan bahwa Gen Halal Championship bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang membangun kesadaran halal di masyarakat.
“Kegiatan ini kami rasa perlu. Meskipun Indonesia mayoritas Muslim dan halal merupakan kewajiban, literasi halal masyarakat belum sebaik yang kita harapkan,” ujar Muti.
Ia menjelaskan, rendahnya literasi halal berdampak langsung pada lemahnya permintaan pasar terhadap produk bersertifikat halal.
“Dorongan pelaku usaha untuk mempertahankan atau mensertifikasi kehalalan produknya tidak akan hadir jika tidak ada tuntutan dari masyarakat. Dan masyarakat tidak akan menuntut jika tidak mengetahuinya,” jelasnya.
Menurut Muti, pelajar dipilih sebagai sasaran utama karena perannya sebagai pembawa nilai dan agen perubahan di masa depan. Literasi halal yang ditanamkan sejak bangku sekolah diharapkan dapat membentuk pola pikir kritis dan kesadaran kolektif dalam jangka panjang.
Gen Halal Championship berhasil menjaring 1.493 pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah melalui dua tahap seleksi, hanya 45 peserta terbaik yang lolos ke babak final, yang berasal dari 13 provinsi, 20 kota, dan 32 sekolah. Rangkaian bootcamp dan grand final digelar pada 9–11 Januari 2026 di Camp Hulu Cai, Bogor, Jawa Barat.
Baca Juga: BPJPH Sediakan 1,35 Juta Sertifikat Halal Gratis untuk UMK 2026, Ini Kriterianya
Menariknya, isu halal dalam kompetisi ini semakin inklusif. Muti mengungkapkan bahwa peserta tidak hanya berasal dari kalangan Muslim. Sejumlah pelajar non-Muslim juga turut mendaftar, bahkan ada yang berhasil melaju hingga babak grand final.
“Ini menunjukkan bahwa halal semakin dipahami sebagai standar yang universal. Produk halal dipercaya baik karena harus beriringan dengan prinsip thayyib,” katanya.
Gen Halal Championship 2025 mengusung tema “Explore, Compete, Inspire”, yang dirancang untuk mendorong pelajar menggali pengetahuan halal secara lebih luas, berkompetisi secara sehat, serta menjadi inspirasi di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Program ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Wakil Ketua Umum MUI, K.H. M. Cholil Nafis, mengapresiasi ajang tersebut sebagai langkah strategis membangun generasi yang kompetitif dan berintegritas. Ia menegaskan bahwa konsep halal mencakup seluruh aspek kehidupan, mulai dari makanan dan minuman hingga gaya hidup.
Apresiasi serupa disampaikan Staf Ahli Kemenpora sekaligus Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof. Dr. K.H. M. Asrorun Ni'am Sholeh, yang menilai isu halal kini menjadi agenda penting lintas generasi. Menurutnya, perhatian terhadap halal merupakan bagian dari tanggung jawab universal seluruh umat manusia.
Alf Farrassayu Shannyn dari SMA Nuraida Islamic Boarding School, Jawa Barat, keluar sebagai juara pertama. Rahmi Fitriyah dari SMAN 8 Jakarta meraih juara kedua, sementara Achmad Farrell Budi Pratopo dari SMA Albanna Denpasar, Bali, menempati posisi ketiga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah