Bisnis / Inspiratif
Rabu, 14 Januari 2026 | 18:20 WIB
Para pelajar ikut Gen Halal Championship yang didukung LPPOM [Suara.com/HO-LPPOM]
Baca 10 detik
  • LPPOM menyelenggarakan Gen Halal Championship 2025, kompetisi literasi halal bagi pelajar SMA/SMK se-Indonesia.
  • Babak final kompetisi ini diikuti 45 siswa dari 13 provinsi, diadakan di Bogor, Jawa Barat, pada 9–11 Januari 2026.
  • Kompetisi ini bertujuan meningkatkan literasi halal dini sebagai kunci pertumbuhan dan keberlanjutan ekosistem industri halal nasional.

Suara.com - Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) baru saja menuntaskan gelaran Gen Halal Championship 2025.

Program kompetisi literasi halal ini ditujukan bagi pelajar tingkat SMA/SMK/MA sederajat di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya sistematis meningkatkan pemahaman mengenai standar halal sejak dini.

Tahun ini, kompetisi tersebut mencatat partisipasi sebanyak 1.493 siswa dari berbagai daerah.

Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 45 finalis yang mewakili 13 provinsi, 20 kota, dan 32 sekolah berhasil melaju ke babak final yang diselenggarakan di Bogor, Jawa Barat, pada 9–11 Januari 2026.

Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, menyampaikan bahwa program ini merupakan respons terhadap kondisi literasi halal di Indonesia yang dinilai masih perlu ditingkatkan.

Menurutnya, pemahaman masyarakat memiliki korelasi langsung terhadap keberlanjutan industri dan ekosistem usaha.

"Dorongan pelaku usaha untuk mensertifikasi produknya tidak akan muncul jika tidak ada tuntutan dari konsumen. Masyarakat baru akan menuntut produk berkualitas jika mereka memiliki pengetahuan yang cukup mengenai hal tersebut," ujar Muti Arintawati, pada Kamis (13/1/2026) lalu.

Pemilihan segmen pelajar dianggap strategis karena posisi mereka sebagai pembawa nilai dan agen perubahan di masa depan. Melalui literasi yang kuat di tingkat remaja, diharapkan industri halal nasional dapat tumbuh lebih maju dan berkelanjutan.

Salah satu catatan penting dalam penyelenggaraan tahun ini adalah inklusivitas peserta. Isu halal ternyata tidak hanya menarik minat siswa Muslim, tetapi juga diikuti oleh siswa non-Muslim hingga ke babak final.

Baca Juga: Gen Z Ingin Punya Rumah Impian Sendiri, Gimana Caranya?

Hal ini menunjukkan pergeseran persepsi di mana halal mulai dipandang sebagai standar universal yang berkaitan dengan kualitas, keamanan, dan kebersihan produk (thayyib).

Dukungan terhadap langkah ini juga datang dari berbagai pemangku kepentingan. Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis, menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam membangun generasi yang kompetitif.

Senada dengan hal tersebut, Staf Ahli Bidang Inovasi Kepemudaan Kemenpora, Asrorun Ni'am Sholeh, menyatakan bahwa isu halal kini telah menjadi agenda besar yang relevan dengan gaya hidup generasi masa kini.

Sebagai bagian dari penguatan wawasan, rangkaian acara juga diisi dengan diskusi panel yang menghadirkan pakar seperti Khaswar Syamsu, Aminudin Yakub, dan praktisi muda Sherly Annavita.

Diskusi tersebut menekankan peran vital integritas generasi muda dalam mengawal ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.

Pada puncak penghargaan yang berlangsung 10 Januari 2026, kompetisi ini menetapkan tiga pemenang utama:

Load More