.
“Mata yang dipaksa fokus dan konsentrasi tinggi dalam waktu lama menyebabkan penguapan air mata menjadi lebih tinggi,” kata dokter Anna saat dihubungi Suara.com, Kamis (9/1/2026).
Kondisi semakin buruk ketika aktivitas menatap layar dilakukan pada malam hari dengan pencahayaan redup. Kontras yang tajam antara cahaya layar dengan lingkungan sekitar memaksa mata bekerja lebih keras. Paparan AC dalam ruangan juga ikut mempercepat penguapan air mata.
"Semua faktor ini otomatis menyebabkan risiko mata kering lebih tinggi," tambahnya.
Menurut dokter Anna, gejala mata kering memiliki spektrum yang cukup luas. Pada tahap ringan, keluhannya bisa berupa mata terasa kering, berair, atau mengganjal. Namun jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi luka pada kornea yang mengganggu aktivitas harian.
"Kalau luka kornea sudah besar bisa menyebabkan penglihatan buram, infeksi mata sampai kebutaan," ujarnya.
Bagaimana Cara Mencegah Mata Kering?
Mata kering sebenarnya dapat dicegah dengan perubahan kecil dalam gaya hidup. Salah satu langkah sederhana adalah menjaga kelembapan udara di sekitar meja kerja dengan menggunakan humidifier. Penggunaan humidifier dapat membantu menstabilkan kelembapan ruangan, sebab udara yang terlalu kering atau lembap sama-sama bisa memicu iritasi dan membuat permukaan mata lebih cepat kehilangan cairan.
Selain memperhatikan lingkungan, dokter Anna juga menekankan pentingnya memberi jeda pada mata. Ia merekomendasikan teknik 20-20-20, yaitu mengistirahatkan mata setiap 20 menit dengan cara melihat objek berjarak 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. Teknik sederhana ini membantu mengendurkan otot mata yang terus bekerja dan mengembalikan pola kedipan ke ritme normal.
Jika gejala SePeLe mulai muncul, dokter Anna menyarankan penggunaan obat tetes mata atau artificial tears yang dapat dibeli bebas di apotek. Obat tetes ini aman digunakan 4–6 kali sehari secara rutin untuk melembapkan permukaan mata. Jika dalam waktu tiga hari tidak ada perbaikan keluhan, dokter Anna menyarankan segera memeriksakan diri ke dokter.
Dokter Anna mengingatkan agar tidak keliru membeli obat tetes mata. Ia manyak menangani pasien dengan infeksi mata karena salah memilih atau salah menggunakan obat tetes mata.
“Beli yang tidak berwarna. Obat tetes berwarna, misalnya merah, biasanya mengandung antibiotik atau antiradang dan harus dengan resep dokter, tidak boleh digunakan sembarangan,” ujar dokter Anna.
Obat Tetes Mata Jadi Pertolongan Pertama
Penggunaan obat tetes mata dapat menjadi solusi cepat bagi mereka yang sudah mulai merasakan gejala mata SePeLe. Namun, tidak banyak orang yang menyadari fungsi utama obat tetes mata untuk meredakan gejala mata kering.
Merujuk hasil survey mata kering yang dilakukan INSTO, sebanyak 41 persen orang berusia 15 tahun ke atas di Jabodetabek dan Bandung mengalami mata kering, 20 persen di antaranya tidak sadar mengalami mata kering. Bahkan, mereka yang sadar mengalami mata kering pun tidak mengetahui penggunaan obat tetes mata dapat membantu meredakan gejala mata SePeLe.
GM Eye Care Combiphar Farah Feddia mengatakan, temuan tersebut mendorong INSTO, merek obat tetes mata dari Combiphar, meluncurkan kampanye Bebas Mata SePeLe untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gejala mata kering sebelum kondisinya semakin parah.
"Melalui kampanye ini INSTO hadir untuk meningkatkan kesadaran masyarakat," kata Farah Feddia dalam siaran pers.
INSTO menghadirkan varian INSTO Dry Eyes dengan kandungan Hydroxypropyl Methylcellulose, bahan aktif yang berfungsi sebagai pelumas dan membantu mempertahankan kelembapan permukaan mata.
Menurut dokumen pedoman yang diajukan oleh International Council of Ophthalmology (ICO) kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), HPMC termasuk zat yang direkomendasikan sebagai guideline terapi untuk mengatasi gejala mata kering pada anak, karena strukturnya menyerupai air mata alami dan dapat mengurangi iritasi akibat produksi air mata yang menurun.
Obat tetes mata INSTO Dry Eyes inilah yang kini selalu menemani aktivitas kerja remote yang dulakukan Amelia. Ukurannya 7,5 ml membuatnya mudah masuk dalam saku sehingga bisa dibawa kemana saja.
Ia rutin meneteskan obat tetes mata ini setiap hari untuk mengurangi keluhan mata kering yang kerap ia rasakan.Selain menggunakan obat tetes mata, Amelia juga rajin mengompres matanya menggunakan air hangat untuk merelaksasi mata.
“Sekarang jauh lebih baik. Gejala sudah berkurang, kerja bisa lebih fokus lagi,” kata Amelia.
Berita Terkait
-
7 Hal Sepele yang Bikin Baterai HP Cepat Habis, Jangan Lakukan Ini
-
Waspada, 10 Kebiasaan Ini Bisa Mengganggu Penglihatan dan Rusak Kesehatan Mata Anda
-
Mata Perih Kayak Kena Semprot Merica? Ini 6 Cara Simpel Atasi Sindrom Mata Kering
-
Mata Lelah Gara-gara Layar? Ini 6 Jurus Sakti Biar Gak Cepat Rusak
-
Punya Mobil Hybrid? 7 Kebiasaan Sepele Bisa Bikin Dompet Menjerit
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
WALHI 'Semprot' Pemprov DKI: Bukannya Perluas Akses Transportasi Umum, Malah Naikkan Tarif
-
Heri Gunawan dan Istri Kompak Mangkir dari Pemeriksaan Kasus CSR BI-OJK, KPK Bakal Panggil Paksa?
-
Potensi Chaos di Depan Mata? Sosiolog UGM Soroti Krisis Kepercayaan pada Negara
-
Bisakah Rumput Laut Menggantikan Plastik? Riset Indonesia Cari Jalan Keluar dari Krisis Sampah
-
Buntut Vonis Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, DPR Respons Desakan Revisi UU Peradilan Militer
-
Ada Demo Mahasiswa, Selain Bundaran HI Hindari 4 Ruas Jalan Ini
-
WALHI Kritik Kenaikan Tarif Transjakarta, Krisis Udara Ibu Kota Bakal Makin Parah
-
Jakarta Siaga Macet Hari Ini, Cek Jalur Alternatif Hindari Demo Mahasiswa di HI
-
Polisi Proses Hukum 2 ABH Penganiaya Bocah di RPTRA Senen: Satu Ditahan, Satu Wajib Lapor