- Pengguna transportasi massal Jakarta melonjak menjadi 461 juta orang selama tahun 2025, naik 16,65 persen dari 2024.
- Peningkatan ini didukung penambahan enam rute baru dan 327 armada bus oleh Pemprov DKI Jakarta tahun 2025.
- Layanan gratis tetap berlaku tahun 2026 bagi 15 golongan prioritas, melayani 25,58 juta penumpang di tahun 2025.
Suara.com - Jumlah pengguna moda transportasi massal di Jakarta mencatatkan lonjakan drastis sepanjang tahun 2025.
Kepala BP BUMD DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat, memaparkan data tersebut dalam konferensi pers realisasi APBD di Balai Kota Jakarta pada Rabu (21/1/2026).
Tercatat sebanyak 461 juta orang telah memanfaatkan layanan TransJakarta, MRT Jakarta, hingga LRT Jakarta selama setahun penuh pada 2025.
Angka tersebut menunjukkan performa yang jauh lebih gemilang jika disandingkan dengan total penumpang tahun 2024 yang hanya menyentuh 402 juta orang.
"Jumlah ini meningkat signifikan sebesar 16,65 persen," kata Syaefuloh.
Keberhasilan peningkatan okupansi ini didukung oleh langkah masif Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.
Pemerintah diketahui telah mengoperasikan enam rute baru serta menambah 327 armada bus sepanjang tahun 2025 untuk memfasilitasi mobilisasi warga.
Kabar yang paling dinantikan masyarakat adalah keputusan pemerintah untuk tetap mempertahankan program layanan gratis pada tahun 2026.
Kebijakan bebas biaya perjalanan tersebut tetap menyasar 15 golongan khusus yang selama ini telah menjadi prioritas layanan transportasi publik, di antaranya seperti lansia hingga penyandang disabilitas.
Baca Juga: Pramono Anung: Transjabodetabek Mau Buka Rute Baru ke Soetta dan Jababeka
"Jumlah yang dilayani secara gratis untuk 15 golongan tersebut pada tahun 2025 mencapai 25.581.000 penumpang," ujar Syaefuloh.
Prestasi Jakarta dalam mengelola sistem transportasi publik bahkan telah mendapatkan pengakuan prestisius di kancah internasional.
Ibu kota saat ini menduduki posisi terbaik kedua di Asia Tenggara dan berhasil menembus peringkat ke-17 di tingkat dunia menurut versi Time Out.
"Tentu itu hal yang sangat menggembirakan," tutup Syaefuloh.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro
-
Prabowo Cabut Izin Toba Pulp Lestari, INRU Pasrah dan di Ambang Ketidakpastian
-
Guncangan di Grup Astra: Izin Tambang Martabe Dicabut Prabowo, Saham UNTR Terjun Bebas 14%!
-
Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
Terkini
-
Dasco Luruskan Isu Pencalonan Thomas Djiwandono: Diusulkan BI, Sudah Mundur dari Gerindra
-
E-Voting dan Masa Depan Pemilu Indonesia, Sudah Siapkah Kita?
-
Mahfud MD Soroti Masa Depan Demokrasi: Vonis Rudi S. Kamri Keliru, RUU Disinformasi Jangan Ujug-ujug
-
Tragedi Asap Rokok di Ciganjur: Tak Terima Diingatkan, 'Koboi Jalanan' Tusuk Warga dan Juru Parkir
-
Curah Hujan Masih Tinggi, BMKG Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta hingga 22 Januari
-
APBD 2025 Jakarta Tembus Rp91,86 Triliun: Ini Rincian Realisasi dan Surplusnya
-
Sekda Bekasi Endin Samsudin Diperiksa KPK, Apa Perannya di Pusaran Suap Bupati Ade Kunang?
-
Tragedi Lubang Maut Sarolangun Jambi, Kilau Emas Ilegal Dibayar Nyawa 8 Penambang
-
Warga Wamena Ngeluh Harga BBM Tembus Rp25 Ribu, Respons 'Datar' Wapres Gibran Jadi Sorotan Tajam
-
Judi Politik PM Jepang: Umumkan akan Bubarkan DPR, Minta Rakyat Jadi Hakim di Pemilu Dini