- Polres Malaka menangkap dua pria, bapak (JX, 35) dan anak (JRD, 18), pelaku penyiksaan monyet di NTT.
- Penganiayaan sadis menggunakan kayu dan senapan angin terjadi pada Selasa (20/1/2026) di Desa Rainawe, Malaka.
- Kedua terduga pelaku diamankan pada Kamis (22/1/2026) bersama barang bukti berupa senapan angin untuk proses hukum.
Suara.com - Kemarahan publik yang meledak di media sosial atas video penyiksaan seekor monyet di Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya berujung pada tindakan tegas aparat.
Tim gabungan Kepolisian Resor Malaka berhasil menciduk dua orang pria yang diduga kuat sebagai pelaku penganiayaan dalam video sadis tersebut.
Kedua terduga pelaku, yang ternyata merupakan bapak dan anak, ditangkap di kediaman mereka di Desa Rainawe, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka.
Penangkapan ini menjadi jawaban cepat kepolisian atas keresahan masyarakat yang menyaksikan aksi brutal tersebut.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Polisi Henry Novika Chandra, mengonfirmasi penangkapan yang dilakukan pada hari Kamis (22/1/2026). Ia menyebut kedua pelaku berinisial JX (35) dan JRD (18).
"Kedua terduga pelaku ditahan kemarin oleh Unit Buser Satreskrim bersama Unit IV Satintelkam Polres Malaka di Dusun Raihenek, Desa Rainawe," katanya dalam keterangan resmi di Kupang, Jumat (23/1/2026).
Sebelumnya, jagat maya dihebohkan oleh sebuah video yang mempertontonkan aksi keji kedua pelaku. Dalam rekaman yang viral itu, mereka terlihat tanpa ampun menganiaya seekor kera menggunakan sebatang kayu.
Puncak kekejaman terjadi saat salah satu dari mereka menembak kepala monyet malang tersebut menggunakan senapan angin.
Aksi tidak manusiawi itu sontak memicu beragam komentar geram dari netizen yang menuntut agar para pelaku segera ditangkap dan diadili.
Baca Juga: India Open 2026 Viral: Polusi Ekstrem, Kotoran Burung di Lapangan, Monyet Masuk Tribun
Identitas pelaku pun tak butuh waktu lama untuk terungkap. JX diketahui berprofesi sebagai seorang petani, sementara JRD, yang diduga adalah putranya, masih berstatus sebagai pelajar.
Berdasarkan penyelidikan awal pihak kepolisian, peristiwa penganiayaan satwa yang menggemparkan itu terjadi pada hari Selasa (20/1/2026).
Kini, bapak dan anak tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan telah diamankan di ruang Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Malaka untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Sebagai barang bukti kunci, polisi juga telah menyita satu pucuk senapan angin yang diduga kuat digunakan untuk menembak monyet tersebut.
Menanggapi kasus ini, Kombes Henry menegaskan bahwa Polda NTT memberikan dukungan penuh atas gerak cepat yang dilakukan Polres Malaka.
Ia menyatakan bahwa Polri tidak akan pernah memberikan toleransi terhadap segala bentuk kekerasan, termasuk yang ditujukan kepada hewan.
Berita Terkait
-
India Open 2026 Viral: Polusi Ekstrem, Kotoran Burung di Lapangan, Monyet Masuk Tribun
-
Kursi Melayang, Perut Ditendang: Ketua DPRD Soppeng Dipolisikan ASN Gegara Penempatan Sopir
-
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
-
Karir Ambyar! Brigadir YAAS Dipecat Polda Kepri Usai Aniaya Calon Istri yang Hamil
-
Film Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel, Ketika Luka Menjadi Kekuatan!
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Temui Gibran di Istana Wapres, Kini Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi 100 Persen Asli
-
Mengenal 'Pasukan Siluman' Unit NOPO, Sang Penjaga Nyawa Mojtaba Khamenei
-
Rp320 Juta vs Rp3 M! Drone Iran Bikin Pusing AS, Robot Anjing Polri Buat Netizen Geleng-geleng
-
Sebelum Sidang Kabinet, Prabowo dan Menteri-menteri Bayar Zakat di Istana Negara
-
Komisi XIII DPR: Percuma Ada Polisi Jika Tak Mampu Ungkap Motif Penyerang Andrie Yunus
-
Aksi Joget Donald Trump di Tengah Perang Viral, Gesturnya Tuai Kritikan Tajam
-
Resmi Dibeli Indonesia, Ini Spesifikasi Mengerikan Rudal Supersonik BrahMos
-
Kompolnas Kecam Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS sebagai Ancaman Demokrasi
-
BrahMos vs Fattah 1: Timur Tengah Membara, Indonesia Ikut Beli Rudal yang Ditakuti Barat
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!