- Mendes PDT Yandri Susanto melaporkan 29 desa di Sumatra hilang fisik akibat banjir dan longsor.
- Aceh terparah dengan 21 desa hilang, sebagian berubah menjadi aliran sungai atau tertimbun lumpur pekat.
- Pemerintah memprioritaskan relokasi warga ke zona aman, rekonstruksi infrastruktur dasar, serta pemulihan ekonomi desa.
Suara.com - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, memaparkan kondisi memprihatinkan pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Pulau Sumatra.
Tercatat, sebanyak 29 desa yang tersebar di enam kabupaten/kota dilaporkan hilang secara fisik.
Hal itu disampaikan Yandri saat melakukan rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026). Menurutnya, beberapa desa kini telah beralih rupa menjadi aliran sungai.
"Desa-desanya ada yang menjadi sungai. Jadi banyak desa yang selama ini ada di sempadan sungai, ketika banjir, sungai pindah ke desa itu. Jadi desanya benar-benar hilang," ujar Yandri di hadapan pimpinan dan anggota Komisi V.
Meskipun wilayah administrasinya hilang diterjang bencana, Yandri memastikan bahwa perangkat desa dan warganya selamat, namun kini berstatus sebagai pengungsi.
Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi kementeriannya dalam melakukan penataan ulang.
"Tapi penduduknya, termasuk kepala desanya dan perangkat lainnya tetap ada, mengungsi, Pak Ketua. Jadi ini mungkin yang PR terberat di kami," sambungnya.
Berdasarkan data kementerian, Provinsi Aceh menjadi wilayah terdampak paling parah dengan jumlah desa hilang mencapai 21 desa. Sebagian besar desa tersebut kini tertutup lumpur pekat atau menjadi bagian dari aliran sungai baru.
"Yaitu di Aceh ada 21 desa. Ini benar-benar hilang, Ketua. Ada yang tadi saya bilang ada jadi sungai, ada yang tertimbun lumpur, Pak Ketua. Jadi sudah, desanya sudah enggak ada. Termasuk bangunannya dan sarana-prasarananya sudah enggak ada sama sekali," ungkapnya.
Baca Juga: 28 Perusahaan di Aceh, Sumut, dan Sumbar Dicabut Izin Usahanya oleh Satgas PKH, Apa Alasannya?
Selain di Aceh, delapan desa di Provinsi Sumatra Utara juga dilaporkan hilang, sementara untuk wilayah Sumatra Barat dilaporkan tidak ada desa yang mengalami kehilangan fisik secara total.
Menanggapi situasi darurat ini, Kementerian Desa telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Selain melakukan pemutakhiran data dan koordinasi lintas kementerian/lembaga, prioritas utama pemerintah adalah melakukan relokasi warga ke tempat yang lebih aman.
"Tidak lagi terancam banjir atau longsor, sehingga itu menjadi desa yang aman dari bencana banjir yang akan datang," tegas Yandri.
Tak hanya sekadar memindahkan rumah, pemerintah juga berkomitmen merekonstruksi sarana dasar seperti akses air bersih, fasilitas pendidikan, dan kesehatan. Program pemulihan ekonomi pun disiapkan untuk menghidupkan kembali mata pencaharian warga desa.
"Pemulihan ekonomi, ini penting di tingkat desa nanti. Ada desa tematik, UMKM, BUMDes, KOPDes, dan tentu ada pasar desa," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
Terkini
-
Wamenkes Ungkap Kondisi Menyedihkan di Indonesia Akibat Kanker Serviks: 50 Persen Pasien Meninggal
-
Penghitungan Kerugian Negara Kasus Haji Tahap Final, KPK Bakal Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex
-
Geger di Blitar, Menantu Perempuan Tega Tusuk Leher Mertua, Jasad Ditemukan Anak Kandung
-
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Jawa hingga Nusa Tenggara dalam Sepekan ke Depan
-
'Polda Harus Proses 2 Tuyul', Roy Suryo Tertawa Ngakak Dilaporkan Eggi Sudjana ke Polisi
-
Harga Daging Sapi di Jakarta Tembus Rp150 Ribu, Pemprov DKI Pasang Badan Lewat Pasar Murah
-
Ketua Komisi V DPR: Longsor Cisarua Mengejutkan, Seperti Petir di Siang Bolong
-
Polisi Ciduk Dua Pengguna Ganja Sintetis Bentuk Cair, Belasan Cartridge Liquid Vape Disita Petugas
-
Opsi Keluar Dari Board of Peace dan 5 Saran Dino Patti Djalal ke Pemerintah
-
Perangi Invasi Ikan Sapu-Sapu, Misi Arief Selamatkan Ciliwung dari 'Penjajah Sunyi' Asal Amazon