- Analis Boni Hargens dukung Kapolri pertahankan posisi Polri di bawah Presiden demi demokrasi.
- Penempatan Polri di bawah kementerian dikhawatirkan merusak mekanisme *checks and balances* serta intervensi politik.
- Polri berdasarkan konstitusi berada di bawah Presiden selaku kepala negara, bukan sebagai kepala eksekutif kementerian.
Hal itu memastikan bahwa Polri tetap menjadi alat negara, bukan alat pemerintah atau kelompok politik tertentu.
Bahaya Politisasi dan 'Rule by Law'
Boni Hargens juga memperingatkan risiko jangka panjang jika Polri ditarik ke ranah kementerian. Di banyak negara dengan demokrasi yang sedang bertumbuh, kontrol eksekutif yang terlalu kuat terhadap aparat keamanan sering kali berujung pada penyalahgunaan kekuasaan.
Fenomena ini dikenal sebagai pergeseran dari rule of law (hukum sebagai panglima) menjadi rule by law (hukum sebagai instrumen kekuasaan).
Reformasi Budaya, Bukan Sekadar Struktur
Alih-alih sibuk mengutak-atik struktur organisasi, Boni menyarankan agar energi bangsa difokuskan pada reformasi budaya di internal Polri.
Reformasi yang sejati seharusnya menyentuh aspek profesionalisme, integritas, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu menghadapi tantangan keamanan modern di era digital.
Polri di abad ke-21 harus mampu beradaptasi dengan kompleksitas kejahatan siber, perlindungan hak asasi manusia, dan pelayanan publik yang transparan.
Perubahan mindset dari kultur militeristik menuju kultur pelayanan adalah kunci utama reformasi Polri yang diinginkan masyarakat.
Baca Juga: FPIR Apresiasi Ketegasan Kapolri Tolak Wacana Kementerian Polisi, Polri Tetap di Bawah Presiden
Boni Hargens memberikan peringatan keras agar isu ini tidak ditunggangi oleh kepentingan politik tertentu yang ingin memperlemah institusi Polri.
"Jangan jadikan agenda reformasi Polri sebagai agenda politik untuk mengail di balong yang keruh," katanya.
Sikap tegas Kapolri dalam mempertahankan posisi Polri saat ini dinilai sebagai bentuk komitmen terhadap supremasi hukum.
Di tengah dinamika politik yang semakin dinamis menuju masa depan, menjaga Polri tetap independen adalah harga mati untuk memastikan demokrasi Indonesia tetap berada pada rel yang benar.
Berita Terkait
-
FPIR Apresiasi Ketegasan Kapolri Tolak Wacana Kementerian Polisi, Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Kekayaan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang Pilih Jadi Petani Ketimbang Menteri Kepolisian
-
Sidang Paripurna, DPR Sepakat Polri Berada di Bawah Presiden
-
DPR Laporkan 8 Poin Hasil Panja Percepatan Reformasi Polri, Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Kapolri Ungkap Akar Sosial Judi Online: Dari Pengangguran hingga FOMO
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!