- Kapolri memaparkan faktor sosial ekonomi seperti pengangguran dan FOMO mendorong suburnya judi online di Indonesia.
- Polri telah mengungkap 665 perkara judi siber, menetapkan 741 tersangka, dan menyita aset senilai Rp1,5 triliun.
- Kendala global muncul karena perbedaan regulasi antarnegara dan penggunaan taktik pencucian uang rumit oleh sindikat.
Suara.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membeberkan sejumlah faktor mendalam yang menyebabkan praktik judi online (judol) masih tumbuh subur di tengah masyarakat Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Kapolri dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Menurutnya, persoalan judi online bukan sekadar masalah teknologi, melainkan sangat erat kaitannya dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat saat ini.
"Beberapa hal yang menjadi faktor menjamurnya judi online adalah pengangguran, FOMO, kesejahteraan, pendidikan rendah, pemahaman teknologi rendah, kesenjangan sosial tinggi," ungkap Listyo di hadapan anggota dewan.
Istilah FOMO (Fear of Missing Out) atau ketakutan akan ketinggalan tren di media sosial, kini menjadi salah satu pemicu psikologis yang mendorong masyarakat terjebak dalam jeratan judi daring.
Ditambah dengan faktor pengangguran dan rendahnya kesejahteraan, judi online seringkali dianggap sebagai jalan pintas yang justru menjerumuskan.
Meskipun menghadapi kendala sosial tersebut, Polri terus melakukan tindakan tegas di lapangan. Kapolri memaparkan bahwa jajarannya telah melakukan penegakan hukum besar-besaran terhadap tindak pidana siber ini.
"Selanjutnya penegakan hukum di tindak pidana siber. Kita berhasil mengungkap 665 perkara, menetapkan 741 tersangka, menyita aset senilai 1,5 triliun, memblokir 5.961 rekening dan 241.013 situs konten judi online, serta melaksanakan 1.614 kegiatan preventif," jelasnya.
Selain faktor domestik, Listyo juga menyinggung tantangan global dalam memberantas sindikat ini. Perbedaan aturan hukum antarnegara seringkali menjadi penghambat dalam memburu bandar besar.
Baca Juga: Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kementerian: Bisa Melemahkan Negara dan Presiden
"Tantangan terkait dengan pemberantasan, ini karena di masing-masing negara memiliki legalitas yang berbeda-beda. Termasuk server, lintas transaksi, peraturan, dan pajak yang berbeda-beda," tambahnya.
Listyo juga mengidentifikasi taktik licik para pelaku yang menggunakan teknik pencucian uang yang rumit melalui perusahaan-perusahaan bayangan.
"Kemudian kita temukan juga pola layering transaksi. Dengan melibatkan banyak rekening, bahkan rekening di luar negeri, termasuk rekening perusahaan cangkang, baik di dalam maupun luar negeri," paparnya.
Di akhir laporannya, Kapolri menegaskan komitmen Polri untuk tidak berhenti memburu para pelaku judi online, termasuk membongkar jaringan pencucian uangnya.
"Termasuk juga kita melakukan berbagai macam upaya untuk mengungkap TPPU. Beberapa waktu yang lalu kita berhasil menyita 530 miliar uang. Dan juga mengungkap judi online di beberapa kegiatan. Menangkap tiga tersangka di Slot Bola 88. Dan beberapa waktu yang lalu juga kita mengungkap judi online H5 5Win," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Merengek Ketakutan Putra Benjamin Netanyahu Kabur ke AS saat Israel Dihujani Rudal Iran
-
Pramono Anung Siapkan 25 Ruang Terbuka Hijau Baru di Jakarta
-
Netanyahu Disalip Babi? Merlin Babi Pintar dengan Jutaan Followers di Instagram
-
Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Nyoman Parta: Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Alarm Bahaya bagi Demokrasi
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Resmikan Taman Bendera Pusaka, Pramono Anung Janjikan RTH Jakarta Akan Bening Seperti di Korea
-
Anies Baswedan Tulis Surat Menyentuh untuk Aktivis KontraS Korban Penyiraman Air Keras
-
Jelang Idulfitri, KPK Ingatkan ASN Tolak Gratifikasi dan Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas