News / Nasional
Kamis, 29 Januari 2026 | 11:48 WIB
Gunung Semeru erupsi dua kali pada Kamis (29/1/2026) pagi. PVMBG
Baca 10 detik
  • Gunung Semeru di perbatasan Lumajang-Malang mengalami dua kali erupsi pada Kamis, salah satunya mencapai 700 meter di atas puncak.
  • Status aktivitas vulkanik Semeru ditetapkan Level III (Siaga), dengan kolom abu mengarah ke sektor tenggara dan terekam seismograf.
  • PVMBG merekomendasikan masyarakat menjauhi radius tertentu dari puncak, Besuk Kobokan, dan tepi sungai karena potensi bahaya.

Suara.com - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan pada Kamis pagi. Gunung tertinggi di Pulau Jawa yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat mengalami dua kali erupsi dalam rentang waktu kurang dari tiga jam.

Erupsi terbaru terjadi pada pukul 07.20 WIB dengan kolom letusan mencapai ratusan meter dari puncak. Peristiwa tersebut menambah rangkaian aktivitas vulkanik Semeru yang sejak dini hari sudah menunjukkan gejala erupsi.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada Kamis pukul 07.20 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, seperti dikutip dari Antara, Kamis.

Mukdas menjelaskan, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke sektor tenggara. Aktivitas erupsi tersebut juga terekam jelas oleh alat pemantau kegempaan.

Menurutnya, erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 115 detik.

Sebelum erupsi itu, Semeru lebih dulu mengalami letusan pada pukul 04.47 WIB. Tinggi kolom letusan pada erupsi pertama tercatat lebih rendah dibandingkan erupsi berikutnya.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 123 detik," tuturnya.

Saat ini, Gunung Semeru masih berada pada status aktivitas vulkanik Level III atau Siaga. Seiring kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali menegaskan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat di sekitar kawasan gunung api.

"Ia menjelaskan Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi)."

Baca Juga: Semeru Muntahkan Awan Panas 4 KM, Kolom Abu Kelabu Membumbung Tinggi, Status Siaga

Selain itu, warga juga diminta menghindari aktivitas di sekitar aliran sungai yang berpotensi terdampak awan panas dan lahar.

"Di luar jarak tersebut, katanya, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak."

Larangan aktivitas juga diberlakukan di sekitar kawah karena ancaman material vulkanik pijar.

"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

PVMBG turut mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran, aliran lava, dan lahar, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang menjadi anak aliran Besuk Kobokan.

Load More