- Gunung Semeru intensitas aktivitasnya tinggi, tercatat 32 kali gempa letusan dalam enam jam pada Senin dini hari.
- Status Gunung Semeru tetap Level III (Siaga) dengan rekomendasi menjauhi sektor tenggara sejauh 13 km dari puncak.
- Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah karena rawan lontaran batu pijar.
Suara.com - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih menunjukkan intensitas tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu terus didominasi gempa letusan dan erupsi, menandakan dinamika magma yang belum mereda.
Berdasarkan laporan pengamatan terbaru, Gunung Semeru tercatat mengalami puluhan gempa letusan hanya dalam rentang waktu enam jam pada Senin dini hari.
"Pengamatan kegempaan pada Senin pukul 00.00-06.00 WIB tercatat Gunung Semeru mengalami sebanyak 32 kali gempa letusan dengan amplitudo 10-23 mm, dan lama gempa 66-163 detik," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, seperti dikutip dari Antara, Senin (5/1/2026).
Selain gempa letusan, aktivitas kegempaan lainnya juga terpantau di kawasan gunung api tersebut. Gunung Semeru tercatat mengalami gempa guguran, embusan, hingga gempa tektonik jauh yang turut memperlihatkan kompleksitas aktivitas vulkanik.
Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu juga mengalami dua kali gempa guguran dengan amplitudo 2 mm dan lama gempa 29-45 detik, kemudian satu kali gempa Hembusan dengan amplitudo 8 mm dan lama gempa 116 detik.
"Juga terjadi dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 10-30 mm, S-P 13-15 detik dan lama gempa 52-60 detik," tuturnya.
Dalam catatan pengamatan selama 24 jam pada Minggu (4/1), aktivitas Semeru bahkan lebih intens. Tercatat ratusan kejadian gempa yang didominasi oleh letusan atau erupsi.
Pengamatan kegempaan Gunung Semeru selama 24 jam pada Minggu (4/1) tercatat 151 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-23 mm, 10 kali gempa guguran, 21 kali gempa embusan, tiga kali harmonik, dan lima kali gempa tektonik jauh.
Secara visual, aktivitas permukaan gunung api juga masih tampak jelas meski sempat tertutup kabut dengan variasi intensitas.
Baca Juga: BPPTKG: Gunung Merapi Masih Aman Dikunjungi Saat Libur Nataru
"Secara visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III, teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 200-300 meter dari puncak," katanya.
Saat ini Gunung Semeru masih berada pada status Level III (Siaga). Menyikapi kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat di sekitar kawasan gunung.
Yadi menjelaskan Gunung Semeru berada pada status Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Di luar radius tersebut, masyarakat juga diminta untuk menjauhi area sempadan sungai yang berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar.
Di luar jarak tersebut, lanjutnya, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Selain itu, aktivitas warga di sekitar puncak gunung juga dibatasi secara ketat demi keselamatan.
"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya lanjutan, terutama saat terjadi hujan yang dapat memicu aliran lahar.
Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Berita Terkait
-
BPPTKG: Gunung Merapi Masih Aman Dikunjungi Saat Libur Nataru
-
Catatan Bencana Alam di Indonesia 2025: Dari Erupsi Gunung Hingga Banjir Sumatra
-
MBG Hidupkan Ekonomi, BGN Bantah Anggapan Soal Program Bagi-bagi Kue
-
Bupati Adalah Conductor dan Arranger Program MBG di Daerah
-
Masyarakat Lumajang Merasakan Dampak Positif Penerapan Program MBG
Terpopuler
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
Terkini
-
Modus Tuduhan Ludah Berujung Rampas Motor: Pemuda Sukabumi Dibegal di Jakpus, Rugi Rp18 Juta
-
Tuntutan Rp13,4 Triliun Tak Berdasar? Kerry Adrianto Ungkap Kejanggalan di Persidangan
-
Oknum Guru SLB di Yogyakarta Dipolisikan Atas Dugaan Pelecehan Seksual ke Siswi Sendiri
-
Sidang hingga Jam 4 Subuh, Pengacara Kerry Riza Ingatkan Penegakan Hukum Jangan Kejar Tayang
-
Kepesertaan BPJS Mendesak! Pekerja Informal Jadi Fokus Utama Pemerintah
-
Dino Patti Djalal Ingatkan Pemerintah Realistis di BoP, Soroti Risiko Stagnan
-
Jejak Mewah PK-RSS: Menag Nasaruddin Umar dalam Pusaran Polemik Jet Pribadi OSO
-
Awali Kunjungan di Aceh Timur, Kasatgas Tito Salat Subuh dan Serahkan Bantuan Kemasyarakatan
-
Di Tengah Sunyi, Santri Tuli Ini Menghafal Al Quran dan Bermimpi Jadi Ustaz Dunia
-
Jejak Berdarah Mayjen Jasper Jeffers yang Ditunjuk Amerika Serikat jadi Komandan ISF di Gaza