- Ratusan warga Kampung Sawah berunjuk rasa pada 30 Januari 2026 menuntut penutupan Party Station.
- Warga menuduh tempat hiburan malam itu menyebabkan maksiat dan mengancam akan beraksi lebih besar lagi.
- Polisi memediasi pertemuan antara perwakilan warga dan manajemen, namun sempat terjadi kemacetan lalu lintas.
Suara.com - Ketenangan warga di kawasan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan terusik dengan kehadiran tempat hiburan malam.
Warga setempat secara tegas menyuarakan penolakan terhadap operasional Party Station yang berada di dalam Kartika One Hotel Lenteng Agung pada Jumat (30/1/12026) malam.
Mereka melakukan aksi unjuk rasa untuk meminta Party Station segera ditutup secara permanen. Aksi ini berlangsung pada malam hari mengikuti jam operasional Party Station.
"Kalau bisa tutup. Jika tidak warga tidak akan segan-segan untuk besok turun melakukan aksi unjuk rasa lagi,” ujar Achmad Fauzi, Wakil Ketua RW 02 Kampung Sawah, dikutip Senin (2/2/2026)
Berikut adalah 5 fakta di balik aksi penolakan warga terhadap Party Station di Hotel Kartika One:
1. Ratusan Warga Geruduk Hotel Kartika One
Aksi unjuk rasa ini terjadi pada Jumat, 30 Januari 2026, di depan Hotel Kartika One yang berlokasi di kawasan Srengseng Sawah,Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Sekitar 300 warga dari 13 RT setempat yang menamakan diri masyarakat Kampung Sawah berkumpul melakukan aksi protes.
Mereka membentangkan spanduk dan poster yang menuntut penutupan tempat hiburan malam (THM) bernama Party Station yang beroperasi di dalam hotel tersebut. Aksi mereka dilakukan pada jam operasional Party Station dan berakhir pukul 22.00 WIB.
Baca Juga: Apa Itu Closingan sebelum Puasa? Begini Penjelasan Habib Ja'far
2. Diduga Jadi Tempat Maksiat dan Langgar Kearifan Lokal
Warga dan tokoh masyarakat setempat menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap operasional Party Station. Tempat tersebut dituding menjadi wadah aktivitas negatif atau "tempat maksiat" yang tidak sesuai dengan norma lingkungan Kampung Sawah.
Warga menilai kehadiran THM atau tempat dugem di lokasi tersebut akan merusak citra dan moral generasi muda di lingkungan tempat tinggal mereka. Mereka mendesak Gubernur DKI Jakarta untuk mencabut izin operasionalnya.
3. Polisi Turun Tangan dan Dorong Jalur Mediasi
Aparat kepolisian dari Polsek Jagakarsa sudah mendatangi lokasi untuk mengamankan jalannya aksi agar tetap berlangsung kondusif.
Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi kemudian mengarahkan manajemen Party Station/Hotel Kartika One bersama perwakilan warga untuk menempuh mediasi, meskipun upaya tersebut tidak berhasil dilakukan dengan pihak manajemen Party Station.
Berita Terkait
-
Warga Kampung Sawah Gelar Aksi Tolak Hiburan Malam Party Station
-
Buya Yahya Ingatkan Sedekah dan THR Bisa Jadi Maksiat Kalau Utang Belum Dibayar, Ngeri Banget!
-
Arti Closingan sebelum Puasa Ramadhan Menurut Habib Ja'far, Tren Meresahkan Tradisi Setan
-
Apa Itu Closingan sebelum Puasa? Begini Penjelasan Habib Ja'far
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Blak-blakan di DPR, Menhan Sjafrie Ungkap Kronologi AS Minta Izin Lintas Udara RI
-
9 WNI Ditahan Israel dalam Misi ke Gaza, GPCI Minta Presiden Prabowo Ambil Langkah Diplomasi
-
AS Turunkan Pasukan FBI Jaga Stadion Piala Dunia 2026, Drone Dilarang Terbang!
-
Kapal Misi Kemanusiaan Ditahan Israel, Kemlu RI Tuntut Pembebasan Seluruh Awak
-
Tentara Israel Tangkap 9 WNI, GPCI Lapor MPR Desak Pemerintah Bertindak
-
5 WNI Termasuk Jurnalis Ditangkap Israel, TB Hasanuddin: Negara Harus Gerak Cepat!
-
Pengembangan Kasus Korupsi Bupati Ponorogo, KPK Geledah Rumah Pengusaha di Pacitan
-
Kunjungan Wisata Naik 12,5 Persen, Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata
-
Tanpa 'Woro-woro', Pramono Anung Pindahkan Pedagang Taman Puring demi Fasilitas Difabel
-
Hanya 20 Hari Jadi Menag Ad Interim, Muhadjir Effendy Dicecar KPK Soal Alokasi Kuota Haji