- Gubernur DKI Jakarta mempertimbangkan pembangunan flyover Daan Mogot KM 13 untuk solusi banjir permanen.
- Rencana ini muncul akibat kondisi geografis jalan yang sangat rendah dibandingkan aliran Kali Mookervart.
- Dinas Bina Marga diminta menghitung teknis pembangunan jalan layang sepanjang lebih dari dua kilometer tersebut.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mempertimbangkan pembangunan flyover baru di kawasan Daan Mogot KM 13 untuk mengatasi banjir secara permanen.
Rencana ini muncul karena kondisi geografis jalan di wilayah tersebut yang sangat rendah dibandingkan aliran Kali Mookervart.
"Untuk jangka menengah, saya sedang memikirkan apakah memang diperlukan untuk membuat flyover di tempat ini," katanya, Selasa (3/2/2026).
Menurut Pramono, kenaikan debit air sungai sedikit saja sudah cukup untuk merendam akses jalan utama tersebut.
Penanganan jangka pendek berupa pompa dinilai tetap tidak akan cukup jika curah hujan sangat ekstrem.
"Karena di tempat ini nggak mungkin. Begitu curah hujan 100 saja, Sungai Mookervart ini pasti akan melimpah ke jalan," tutur politisi PDIP itu.
Dinas Bina Marga telah diminta untuk segera melakukan penghitungan terkait rencana teknis pembangunan jalan layang ini.
"Yang panjangnya mungkin lebih dari 2 kilometer. Saya akan minta segera Dinas Bina Marga untuk menghitung kembali flyover di tempat ini," lanjut Pramono.
Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari penyelesaian jangka menengah dan panjang.
Baca Juga: Pramono Tak Akan Tutup RDF Rorotan Meski Diprotes Warga hingga Menangis: Problem-nya Lebih Rumit
Flyover ini nantinya direncanakan akan menghubungkan beberapa titik krusial mulai dari kawasan Pesing.
Pemprov DKI Jakarta berharap kajian ini segera rampung agar pembangunan bisa masuk dalam tahapan selanjutnya.
Berita Terkait
-
Lawan Banjir Daan Mogot, Pramono Anung Siapkan Pompa Stasioner Berkapasitas 7 Kali Lipat
-
Prabowo ke Pramono: Saya Dukung Sebagai Gubernur, Nanti 2029 Ya Terserah
-
Operasional RDF Rorotan Dilakukan Bertahap, Warga Diminta Tak Khawatir Bau
-
Pramono Tak Akan Tutup RDF Rorotan Meski Diprotes Warga hingga Menangis: Problem-nya Lebih Rumit
-
Setelah Ciliwung, Pramono Anung Kebut Normalisasi Kali Cakung Lama Demi Tangkal Banjir Jakarta
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Bawa Jelangkung Hitam ke Gedung DPR, Massa PB HMI: Prabowo atau Pertamax Turun!
-
MBG Diperdebatkan, Siapa yang Paling Berkepentingan Program Ini Terus Jalan?
-
DPR Jawab Tudingan Celios: MBG Bukan Gimmick, Hasilnya Terlihat 3 Tahun Lagi
-
Golkar Hormati Sikap Politik PDIP sebagai Penyeimbang: Biar Rakyat yang Menilai
-
Bantah Represif! Ini Alasan Polda Metro Tangkap Roy Suryo dan dr Tifa
-
Kata Jokowi Usai Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Pastikan Hadiri Sidang dan Bawa Ijazah Asli
-
Intinya Penelitian! Tips Lulus S3 Tepat 3 Tahun bagi Dosen ala Mendiktisaintek Brian Yuliarto
-
Satpam Supermarket di Tambora Ditangkap Usai Gasak Sembako Rp 70 Juta untuk Judi Online
-
Mahasiswa Trisakti Minta MBG Dihentikan Sementara, Dinilai Serampangan dan Berisiko bagi APBN
-
Roy Suryo Ditangkap Belum Sempat Mandi, Refly Harun Kecam Aksi 'Subuh' Polda Metro Jaya