- Presiden Prabowo menekankan persatuan nasional dan tidak membedakan kepala daerah berdasarkan afiliasi partai politiknya.
- Prabowo menegaskan dukungan penuh kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meskipun berasal dari partai berbeda.
- Prabowo berjanji akan menegakkan hukum secara tegas tanpa pandang bulu, termasuk bagi kader partainya sendiri.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya persatuan. Prabowo mencontohkan tak pilih kasih terhadap seluruh kepala daerah, buktinya ia tidak pernah bertanya latar belakang partai.
Menurut Prabowo persaingan hanya terjadi ketika pemilihan. Setelahnya, semua harus bersatu, tanpa sakit hati dan permusuhan.
Prabowo mencontohkan dukungannya terhadap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Ia mendukung Pramono yang kini memimpin Jakarta, kendati berbeda partai dan pilihan saat Pilpres 2024.
"Gubernur DKI Pramono Anung, dari PDIP. Tapi tetap saya akan dukung sebagai gubernur DKI karena tugas saya, kewajiban saya adalah seluruh rakyat Indonesia, termasuk rakyat DKI," kata Prabowo di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di SICC, Bogor, Senin (2/2/2026).
"Walaupun gubernurnya partai lain, saya akan dukung beliau supaya DKI aman dan selamat. Kan begitu?" sambung Prabowo.
Prabowo lantas menyinggung mengenai pilpres mendatang. Ia menegaskan tidak masalah.
"Nanti 2029 ya terserah. Ya kan? Tidak apa-apa. Tidak apa-apa, benar. Jadi sejujurnya, saya sedikit jelaskan ya," kata Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyatakan tidak akan pandang bulu dalam menegakkan aturan dan bukum.
Ia akan menindak tegas siapapun, termasuk pejabat dari partainya sendiri, Gerindra.
Baca Juga: Prabowo Gagas Program 'Gentengisasi': Atap Indonesia Pakai Genteng, KMP Merah Putih Jadi Motornya
"Bahkan, kalau Gerindra brengsek, Gerindra pun saya tangkap," kat Prabowo.
Prabowo lantas mengingatkan seluruh kepala daerah dan jajaran forkopimda agar tidak macam-macam dalam mengemban jabatan di pemerintahan.
"Sudah-sudah. Jangan macam-macam. Tidak ada itu, kita semua bergerak," tegasnya.
Berita Terkait
-
Prabowo Gagas Program 'Gentengisasi': Atap Indonesia Pakai Genteng, KMP Merah Putih Jadi Motornya
-
Prabowo: Kalau Gerindra Brengsek, Gerindra Pun Saya Tangkap
-
Prabowo Sorot Semrawutnya Kota Balikpapan, Banjarmasin hingga Bogor: Tak Ada Bedanya, Isinya Spanduk
-
Prabowo Sentil Pejabat Bali, Pulau Dewata Kini Kotor: Bagaimana Turis Mau Datang!
-
Prabowo Buka Rakornas Pemerintah 2026, Bahas Evaluasi 2025 hingga Target Ekonomi
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau