News / Metropolitan
Kamis, 29 Januari 2026 | 18:15 WIB
Gubernur Jakarta Pramono Anung. (Suara.com/Yoga)
Baca 10 detik
  • Gubernur DKI Jakarta menginstruksikan prioritas normalisasi Kali Cakung Lama menyusul Kali Ciliwung karena prediksi curah hujan tinggi.
  • Pembersihan lahan dan pembangunan turap akan segera dimulai untuk meningkatkan daya tampung sungai secara signifikan di lokasi prioritas.
  • Kementerian PUPR akan membangun turap Ciliwung, sementara normalisasi Cakung Lama menjadi tanggung jawab penuh Pemerintah DKI Jakarta.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengambil langkah cepat untuk menanggulangi ancaman banjir di Ibu Kota akibat tingginya curah hujan.

Setelah memulai kembali program normalisasi Kali Ciliwung, Pramono menginstruksikan jajarannya untuk memprioritaskan kegiatan serupa di Kali Cakung Lama yang juga menjadi titik rawan genangan.

"Mengingat curah hujan yang diperkirakan dari hasil BMKG sampai dengan tanggal 1 Desember masih tinggi, maka kami menyetujui dan segera akan dimulai untuk normalisasi Kali Cakung Lama," ujarnya di Balai Kota Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Selain dua sungai besar tersebut, Kali Krukut juga masuk dalam skema pemantauan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk dilakukan normalisasi.

Namun untuk saat ini, kondisi Kali Krukut masih terpantau aman dari luapan sehingga belum masuk dalam daftar prioritas.

"Kebetulan Kali Krukut kali ini tidak terdampak banjir, sehingga konsentrasi yang diutamakan untuk segera dimulai adalah normalisasi Kali Cakung Lama dan Ciliwung," lanjut Pramono.

Mantan Sekretaris Kabinet itu menegaskan bahwa lahan-lahan yang telah dibebaskan akan langsung dikerjakan tanpa penundaan.

Pembersihan lahan dan pembangunan turap menjadi agenda utama guna memastikan daya tampung sungai meningkat secara signifikan.

Pramono juga membagi porsi pengerjaan infrastruktur ini dengan menggandeng pemerintah pusat demi efektivitas hasil.

Baca Juga: Pramono Anung Putuskan Bangun Waduk Demi Tekan Luapan Kali Angke

"Tadi dalam rapat juga diputuskan, untuk daerah-daerah yang sudah dibebaskan segera dilakukan pembersihan dan kemudian segera dibangun turapnya. Untuk normalisasi Ciliwung, yang akan membangun tanggul atau turapnya adalah Kementerian PUPR. Tetapi kalau untuk Cakung Lama, dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta. Itu akan menjadi prioritas kami dalam rangka penanganan banjir jangka menengah," jelas Pramono.

Langkah akselerasi ini diharapkan dapat meminimalkan dampak cuaca ekstrem yang sejak akhir 2025 terus memicu genangan banjir di sejumlah wilayah Jakarta.

Load More