- Presiden Prabowo bergabung dengan Board of Peace (BoP) inisiatif Trump, memicu kritik keras Partai Masyumi.
- Masyumi mensyaratkan keanggotaan Indonesia tidak mengorbankan amanah konstitusi terkait kemerdekaan Palestina.
- Partai Masyumi menyoroti beban fiskal Rp17 triliun dan mendesak transparansi dana melalui jalur kemanusiaan.
Ia menekankan, Indonesia tidak boleh membiarkan perdamaian dibangun di atas ketidakadilan.
Menurutnya, kedaulatan Indonesia akan tercoreng jika terjebak dalam skema internasional yang justru melanggengkan penindasan.
Tuntutan Transparansi Dana untuk Rekonstruksi Gaza
Sekretaris Jenderal DPP Partai Masyumi, Samsuddin Dayan, menuntut adanya akuntabilitas penuh terkait aliran dana USD 1 Miliar tersebut.
Masyumi mendesak agar dana tersebut disalurkan melalui jalur yang murni kemanusiaan tanpa campur tangan aktor politik pro-penjajahan.
"Masyumi meminta Presiden Prabowo untuk memastikan bahwa bantuan USD 1 Miliar itu untuk rekonstruksi Gaza, dan seharusnya dilakukan melalui jalur kemanusiaan yang murni, yaitu melalui National Committee for the Administration of Gaza (NCAG). Badan ini langsung mewakili rakyat Palestina, tanpa ada intervensi politik dari pihak-pihak yang ingin melanggengkan penjajahan," kata Samsuddin Dayan.
Lebih lanjut, Samsuddin menegaskan bahwa Indonesia harus memiliki exit strategy jika badan bentukan Trump tersebut tidak sejalan dengan prinsip bebas aktif Indonesia.
"Jika rekomendasi dan syarat kedaulatan ini tidak disepakati oleh Amerika Serikat dan Israel, maka Indonesia perlu mempertimbangkan mundur dari keanggotaan BoP demi menjaga konsistensi dengan konstitusi," tegasnya.
5 Tuntutan Tegas Masyumi untuk Pemerintah RI
Baca Juga: Skandal Epstein Guncang Trump: Manuver Luar Negeri Diduga Pengalihan Isu
Sebagai bentuk pengawasan terhadap kebijakan pemerintah, Partai Masyumi merumuskan lima poin tuntutan utama yang harus diperhatikan oleh Presiden Prabowo Subianto:
- Evaluasi Total: Masyumi meminta Presiden meninjau ulang keputusan bergabung dan berani mencabut keanggotaan jika BoP terbukti hanya menjadi alat kepentingan asing yang mengabaikan kemerdekaan Palestina.
- Perkuat Aliansi Internasional: Pemerintah didesak untuk lebih memperkuat Gerakan Non-Blok, PBB, dan OKI sebagai wadah utama diplomasi, daripada bergantung pada badan ad hoc yang memiliki rekam jejak bias terhadap Israel.
- Penyaluran Dana Tepat Sasaran: Menuntut agar dana USD 1 Miliar digunakan murni untuk rekonstruksi Gaza melalui NCGA tanpa intervensi politik.
- Tolak Normalisasi: Masyumi menolak keras segala bentuk hubungan diplomatik dengan Israel selama kemerdekaan Palestina berdasarkan batas wilayah 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya belum terwujud.
- Keadilan Hukum Global: Mendorong pemerintah untuk mendesak pengadilan kejahatan perang bagi pemimpin Israel di Mahkamah Internasional (ICJ) atau Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Masyumi menyatakan akan terus berdiri di garda depan untuk memastikan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia tidak terjebak dalam pragmatisme yang mengorbankan nilai kemanusiaan.
Berita Terkait
-
Skandal Epstein Guncang Trump: Manuver Luar Negeri Diduga Pengalihan Isu
-
Trump Undang RI Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace, Prabowo Datang?
-
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, Sebut Prabowo Sadari Risiko BoP
-
Prabowo: Koruptor Sengaja Picu Kerusuhan Demi Lawan Pemerintah Bersih
-
Gentengisasi Prabowo, Bisakah Sekuat Genteng Palu Arit?
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda