- Menteri Pariwisata meninjau Sam Poo Kong dan Lawang Sewu Semarang guna memastikan kesiapan jelang Imlek 2577 Kongzili.
- Sam Poo Kong merupakan simbol akulturasi budaya dan akan menyelenggarakan pesta budaya pada 15 Februari 2026.
- Lawang Sewu mengantisipasi peningkatan kunjungan wisatawan menjadi 10.000 orang saat Imlek dengan pertunjukan barongsai.
Direktur Komersial KAI Wisata, Hetty Herawati, mengatakan pihaknya mengantisipasi lonjakan kunjungan saat Imlek. Dari rata-rata 6.000 pengunjung per hari, jumlahnya diperkirakan meningkat menjadi sekitar 10.000 orang pada hari besar.
“Kami menyiapkan berbagai langkah antisipatif agar pengunjung dapat menikmati suasana Lawang Sewu dengan nyaman dan aman,” kata Hetty.
Selama perayaan Imlek, Lawang Sewu menghadirkan pertunjukan barongsai dan pembagian angpau. Pengelola juga menyiapkan pemandu wisata untuk menjelaskan sejarah dan keunikan bangunan kepada pengunjung.
“Kami ingin setiap pengunjung tidak hanya datang berfoto, tetapi juga memahami nilai sejarah dan inspirasi yang terkandung di dalamnya. Harapannya, mereka pulang membawa pengalaman yang bermakna dan membagikannya kepada lebih banyak orang,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Hindari Sial! Ini 15 Pantangan Tahun Baru Imlek agar Hoki Sepanjang Tahun
-
Jakarta Mulai Bersolek Jelang Imlek, Rano Karno: Kami Rumah Berbagai Budaya
-
Lebih dari Sekadar Barongsai: Deretan Mal Ini Jadi Destinasi Rayakan Imlek Penuh Budaya dan Hiburan
-
25 Contoh Ucapan Selamat Imlek 2026 untuk Keluarga dan Kerabat Dekat
-
5 Parfum Aroma Jeruk untuk Sambut Imlek, Wangi Fresh Bikin Mood Naik!
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Ada WNI! 28 Kru Kapal Pesiar Tersangka Jaringan Kejahatan Seksual Anak Ditangkap, Disney Terlibat
-
Penggeledahan Kasus Bea Cukai Berlanjut, KPK Amankan Kontainer Berisi Sparepart Kendaraan
-
Dari Berau hingga Mahakam Ulu, Desa-Desa Ini Jadi Bukti Model Pembangunan Hijau Berkelanjutan
-
Ambisi B50 Dinilai Berisiko bagi Ekonomi, Pangan, dan Lingkungan: Adakah Alternatifnya?
-
Nadiem Makarim Ungkap Perasaan Haru Jadi Tahanan Rumah: Bayi Saya Nangis
-
Gus Ipul Sebut Penyalahgunaan Bansos untuk Judol Turun Drastis: Diberikan pada yang Membutuhkan
-
Bela Siswa SMAN 1 Pontianak, Anggota DPR Minta Juri LCC 4 Pilar Dievaluasi Total
-
Permenhut Perdagangan Karbon Dikritik, Pemerintah Diminta Fokus Hentikan Deforestasi
-
Eksekutor Andrie Yunus Ngaku Tak Tahu Dampak Siraman Air Keras
-
Warga Palestina Dipaksa Bongkar Makam Keluarga, PBB Kecam Tindakan Israel di Tepi Barat