- Ratusan warga lintas keyakinan bergotong royong membersihkan Kelenteng Fuk Ling Miau di Yogyakarta menyambut Imlek 2577.
- Kegiatan bersih-bersih ini bertujuan memelihara toleransi antarumat beragama dan memastikan kenyamanan perayaan Imlek.
- Relawan membersihkan berbagai area kelenteng, termasuk altar dan patung, sebagai wujud tindakan nyata kerukunan sosial.
Suara.com - Debu-debu yang menempel pada meja, patung hingga ornamen kayu di Kelenteng Fuk Ling Miau mulai luruh.
Ratusan tangan dari berbagai latar belakang keyakinan bekerja dalam harmoni.
Di bawah langit Yogyakarta yang teduh, aroma dupa berpadu dengan semangat gotong royong warga yang bersiap menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
Tidak ada sekat agama di sini, hanyalah ketulusan untuk memastikan rumah ibadah di Jalan Brigjen Katamso No 3, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Yogyakarta ini bersinar menyambut tahun Kuda Api.
Puluhan hingga ratusan orang datang silih berganti, membawa sapu, lap, dan alat kebersihan. Mereka menyebar ke halaman, serambi, hingga bagian dalam kelenteng, bekerja dalam irama gotong royong.
Tak ada sekat agama di antara mereka. Sebagian menyapu daun dan debu di pelataran, lainnya mengelap altar dan patung dewa dengan hati-hati.
"Kalau kita selain fokus untuk kebersihan lingkungan, kita juga menjaga toleransi karena pada dasarnya semua orang adalah saudara dalam kemanusiaan," kata koordinator kegiatan, Swastika Tri Purwanto, ditemui di lokasi, Kamis (12/2/2026).
Disampaikan Tri, momentum menjelang Imlek menjadi kesempatan untuk membantu saudara-saudara yang akan merayakan hari besar.
Para relawan dikerahkan untuk membersihkan sudut-sudut kelenteng, dari halaman hingga altar, selama kondisi masih memungkinkan untuk dikerjakan bersama.
Baca Juga: Heroik! Mahasiswi Jogja Nekat Tabrak Penjambret, Polisi Jamin Korban Tak Dipidana
"Mumpung masih bisa kita bersihkan bareng-bareng, kita gunakan semua daya upaya kita, relawan-relawan kita kerahkan supaya bisa membersihkan ini supaya saudara kita yang akan merayakan Imlek akan menjadi lebih nyaman," ungkapnya.
Kegiatan ini, kata Tri, bukan kali pertama dilakukan dan tak hanya di kelenteng saja. Gotong royong membersihkan tempat ibadah sudah pernah digelar gereja, masjid hingga pura.
Selain di tempat ibadah, kegiatan pembersihan pun pernah mereka lakukan di Stadion Maguwoharjo, kawasan Ring Road, hingga Selokan Mataram.
Tri menuturkan bahwa menjaga kebersihan dan merawat toleransi adalah dua hal yang berjalan beriringan.
Ia berharap semangat itu terus hidup di Yogyakarta yang selama ini dikenal sebagai kota yang istimewa dalam keberagaman.
"Kita merawat bumi ini supaya tidak hanya dari lingkungan tapi dari hubungan antarmanusia juga. Kita upayakan terus-menerus supaya toleransi itu tidak hanya sekadar jargon tapi kita buktikan dalam tindakan nyata," tandasnya.
Berita Terkait
-
KPK Periksa Pj Gubernur Riau hingga Bupati Inhu, Dalami Aliran Uang Kasus OTT Abdul Wahid
-
BRI Super League: Bek anyar PSIM Yogyakarta berpeluang debut kontra Persik Kediri
-
Hindari Sial! Ini 15 Pantangan Tahun Baru Imlek agar Hoki Sepanjang Tahun
-
Heroik! Mahasiswi Jogja Nekat Tabrak Penjambret, Polisi Jamin Korban Tak Dipidana
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali