- Workshop "AI Tools for Journalists" seri keenam yang diadakan Suara.com dan LMC di Pontianak pada 12-13 Februari 2026 menutup rangkaian kegiatan.
- Pelatihan ini bertujuan mendorong jurnalis beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi AI agar karya jurnalistik tetap relevan dan berdampak.
- Peserta dari berbagai media di Pontianak dan sekitarnya mempelajari penggunaan *tools* AI seperti Gemini, Pinpoint, dan teknik verifikasi konten.
Suara.com - Kota Pontianak menjadi lokasi terakhir rangkaian pelatihan atau workshop "AI Tools for Journalists" yang dikelola oleh Suara.com dan Local Media Community (LMC), pada akhir pekan lalu. Pelatihan seri ke-6 yang berlangsung di Hotel Ibis Pontianak City Center, sepanjang Kamis-Jumat, 12-13 Februari 2026, itu sukses menutup rangkaian workshop yang total telah membagikan ilmu kepada sekitar 175 peserta.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya rangkaian workshop yang didukung penuh oleh Google News Initiative (GNI) ini telah dibuka di Bandung pada akhir Desember 2025 lalu, kemudian berlanjut ke Yogyakarta dan Surabaya pada Januari 2026. Lalu, memasuki bulan Februari, workshop juga digelar di Makassar dan Palembang, sebelum akhirnya diadakan di Pontianak, Kalimantan Barat.
Rangkaian kegiatan pelatihan ini rata-rata diikuti hampir 30 peserta di tiap kota pelaksanaan. Jika ditotal, ada sebanyak 175 peserta yang telah ikut, di mana tiap peserta sendiri juga kemudian menyebarluaskan ilmu dan pengetahuan terkait tools AI yang didapatnya di newsroom masing-masing, dengan perkiraan total penerima manfaat mencapai sekitar 600-an orang dari hampir 200 media.
Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono, yang hadir langsung dalam pelaksanaan sesi workshop di Pontianak, kembali menggarisbawahi pentingnya pelaksanaan pelatihan ini. Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) saat ini, jurnalis memang mau tak mau harus beradaptasi jika tidak ingin ketinggalan serta masih ingin karya jurnalistiknya dibaca khalayak dan berdampak.
"Kita selalu mengagungkan kualitas, quality content. Tapi jika (konten itu) tidak terdistribusi dengan baik, tidak akan banyak dibaca khalayak, dan jadinya kurang berdampak. Itu jadinya (karya kita itu) nggak akan ke mana-mana," ungkap Suwarjono, di hadapan hampir 30 peserta workshop di Pontianak.
Menurut Suwarjono pula, para jurnalis yang belajar AI dapat dipastikan akan jauh lebih berkembang dibanding yang tidak belajar. "Karena sangat bahaya kalau jurnalisme itu tidak adaptif, justru nanti kita --jurnalis dan karya-karya jurnalistiknya-- akan ditinggalkan oleh teknologi," tambahnya.
"Apalagi AI ini terus berkembang dengan pesat. Bulan depan akan ada (sesuatu) yang baru, lalu kemudian ada lagi yang baru, begitu seterusnya. Di sini makanya kita perlu belajar; di mana saat kita bekerja kita perlu memanfaatkan berbagai potensi bantuan atau tools yang ada," ujar Suwarjono.
Workshop AI seri terakhir ini sendiri, sebagaimana penyelenggaraan di kota-kota lain sebelumnya, diikuti tidak saja oleh peserta dari dalam Kota Pontianak, tapi juga datang dari wilayah Kabupaten Sintang, Singkawang, bahkan dari Kabupaten Kayong Utara. Rata-rata mereka adalah para pekerja media, baik jurnalis, editor, pengelola dan pimpinan media, termasuk media legacy yang beralih dari cetak ke digital, hingga media baru berbasis platform seperti Instagram.
Untuk sesi pelatihan di Pontianak, dua trainer yang tampil memandu peserta adalah Reza Gunadha (Wakil Pemimpin Redaksi Suara.com) dan Alfiyyah Ajeng Nurardita (jurnalis Kolase.id). Keduanya memperkenalkan sekaligus berbagi langkah-langkah dan tips penggunaan tools seperti Google Trends; ragam alat untuk verifikasi (Reverse Image Search, Google Lens, SynthID, Google Maps, Google Advanced Search, Fact Check Explorer); penggunaan Gemini dan fitur-fiturnya; hingga pemanfaatan Pinpoint dan NotebookLM.
Baca Juga: Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
Dalam workshop yang total berlangsung selama sekitar 13 jam itu, peserta tidak saja menyimak paparan atau penjelasan yang disampaikan oleh kedua trainer, namun juga dapat berdiskusi mengenai hal-hal yang terkait dengan materi yang ada. Lebih jauh, di paruh akhir hari kedua, peserta bahkan diberikan waktu untuk mempraktikkan langsung materi yang telah mereka pelajari secara berkelompok, mulai dari melakukan riset, hingga merancang dan memproduksi konten-konten dengan bantuan tools AI yang ada.
Salah seorang peserta, Maria dari Suara Kalbar, mengaku ada banyak hal baru yang didapatnya dari workshop ini. "Misalnya saja, bahwa ternyata dari dokumen yang kita punya, itu ternyata bisa lho ditarik data-datanya dengan mudah, lalu dengan mudah pula diturunkan jadi produk-produk seperti infografis, bahkan video atau podcast, juga kuis dan game interaktif. Ini tentu menarik sekali," ungkapnya.
"Workshop ini membuka banyak potensi untuk beragam produk baru bagi media kita yang terus terang belakangan mungkin artikel-artikelnya sudah semakin minim sekali dibaca oleh audiens saat ini," tutur Aceng Mukaram, CEO dan Pemimpin Redaksi Inidata.id serta BorneoReview.co.
Riska Nanda, peserta lainnya yang datang jauh-jauh dari Sintang, juga mengaku bersyukur berkesempatan ikut dalam pelatihan ini. "Bermanfaat banget. Jujur, workshop ini adalah yang pertama kali saya ikuti terkait tools AI," ucap jurnalis Pontianak Post itu.
Sehubungan sesi di Pontianak yang menjadi penutup dari rangkaian workshop "AI Tools for Journalists" yang diselenggarakan oleh Suara.com dan Local Media Community, Arsito Hidayatullah selaku Koordinator Program memastikan bahwa proses saling berbagi antara penyelenggara dan para trainer dengan para peserta, masih belum berakhir. Ia menegaskan bahwa masih ada fase mentoring sekaligus monitoring untuk para peserta di keenam sesi workshop, yang sejauh ini berlangsung cukup aktif di masing-masing grup percakapan.
"Walau rangkaian workshop-nya sendiri saat ini sudah berakhir, tapi kita berharap masih dapat terus memaksimalkan manfaat yang bisa didapat oleh kawan-kawan peserta, baik untuk pribadi maupun bagi media tempatnya bekerja. Kita senantiasa mendorong kawan-kawan untuk mengeksplorasi lebih jauh tools yang sudah sama-sama dipelajari itu," tuturnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Israel Akan Batasi Azan Berkumandang di Masjid
-
Gelombang Panas Ekstrem Serang New York, Samai Rekor Suhu Terpanas 60 Tahun Silam
-
Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!
-
Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC
-
Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut
-
Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi
-
Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan
-
Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi
-
KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok
-
Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng