- Workshop pelatihan AI untuk jurnalis diadakan di Makassar pada 14–15 Januari 2026 oleh Suara.com, LMC, dan GNI.
- Pelatihan 30 peserta ini bertujuan memperkuat kapasitas jurnalis memanfaatkan AI generatif secara bertanggung jawab dan verifikasi digital.
- Peserta mempelajari berbagai alat AI seperti Gemini dan NotebookLM untuk riset mendalam, menghadapi tantangan AI overview.
Suara.com - Suara.com bekerja sama dengan Local Media Community (LMC) dan dukungan penuh Google News Initiative (GNI) menyelenggarakan workshop 'AI Tools Training for Journalists' di Amaris Hotel Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin-Selasa 14–15 Januari 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari workshop ke-4 setelah Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Sebanyak 30 peserta, terdiri dari jurnalis dan personel newsroom se-Makassar serta wilayah sekitar, Bulukumba, Pare Pare, Maros, Luwu, dan lainnya mengikuti pelatihan ini.
Workshop menghadirkan dua trainer berpengalaman, Social Media Coordinator, Elga Maulina Putri, dan Muhammad Yunus, Redaktur Suara Sulsel, keduanya alumni Training of Trainers (ToT) AI for Journalists dari GNI.
Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas jurnalis dalam memanfaatkan AI generatif secara bertanggung jawab, meningkatkan kemampuan verifikasi digital, dan mendukung liputan investigasi yang lebih mendalam.
Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono, menekankan bahwa AI menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi media daring.
Ia mencontohkan tantangan kehadiran AI overview, yang memungkinkan pembaca mendapatkan ringkasan informasi tanpa mengklik tautan berita.
Bagi audiens ini memudahkan mencari ringkasan informasi, imbuh dia, cukup mengunjungi AI Overview. Namun bagi media berita menjadi tantangan agar audiens tetap masuk dan klik website.
Kondisi kehadiran teknologi, termasuk memudahkan audiens ini tidak bisa dihindari. Namun bagaimana media berita merespon dan mengajak awak media termasuk jurnalis untuk menyesuaikan cara menyampaikan berita dan membangun interaksi dengan audiens, terutama generasi muda.
Menindaklanjuti tantangan tersebut, Workshop Makassar memperkenalkan berbagai tools penting yang bisa dimanfaatkan jurnalis. Di antaranya Google Trends untuk membaca arah isu, Gemini untuk proses kreatif grafis, Pinpoint dan NotebookLM untuk riset mendalam, serta perangkat verifikasi gambar dan video.
Baca Juga: AMSI Gandeng Deep Intelligence Research Gelar Diskusi Mengupas Masa Depan Media
Pelatihan ini membuka perspektif baru bagi peserta. Salah satunya dari jurnalis senior Makassar, Kamaruddin Azis. Meski telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik, workshop memberinya pemahaman mendalam tentang AI.
"NotebookLM keren banget, bisa bantu bikin infografis, video, hingga voice. Baru hari ini saya tahu cara kerjanya secara detail. Umur bukan batasan belajar AI," katanya.
Ia bahkan berencana menularkan ilmu ini kepada citizen journalist, agar penggunaan AI tetap sesuai kaidah jurnalistik.
Pengalaman ini menegaskan satu hal penting: AI tidak selalu menjadi ancaman bagi jurnalisme, melainkan alat yang harus dipahami dan dikendalikan.
Dalam menghadapi perubahan perilaku audiens dan tantangan digital, media kini didorong untuk lebih serius menggarap platform seperti Instagram dan TikTok, sekaligus beradaptasi dengan teknologi AI.
Kehadiran AI tidak membunuh jurnalisme. Justru ketidaksiapan teman-teman jurnalislah yang bisa membunuh jurnalisme.
"Konten berkualitas juga tidak akan dibaca dan berdampak, Tanya ada distribusi konten dan algoritma yang mempertemukan dennen pembaca," tegas Suwarjono.
“Yang berbahaya adalah jika jurnalis tidak belajar AI atau teknologi sama sekali.”
Dengan pendekatan yang tepat, AI justru bisa memperkuat kerja jurnalis—mempermudah proses, meningkatkan presisi laporan, dan membantu memahami kebutuhan pembaca melalui analisis konten.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI