- KPK memfasilitasi kunjungan keluarga bagi tahanan lembaga antirasuah selama perayaan Imlek 2026 Masehi.
- Jadwal kunjungan ditetapkan pukul 10.00 hingga 12.00 WIB untuk memenuhi hak dasar tahanan.
- Terdapat total 81 tahanan di Rutan Cabang KPK saat kunjungan khusus hari raya tersebut dilaksanakan.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memfasilitasi keluarga dan kerabat tahanan lembaga antirasuah untuk melakukan kunjungan selama perayaan Imlek 2026 Masehi/2577 Kongzili.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan, fasilitas ini diberikan sebagai bentuk pemenuhan hak-hak dasar para tahanan untuk tetap dapat bertemu keluarga dan kerabatnya.
“Jadwal berkunjung dapat dilakukan sejak pukul 10.00-12.00 WIB,” ujarnya kepada para wartawan di Jakarta, Selasa (17/2/2026), dikutip dari ANTARA.
Menurut Budi, kunjungan tetap harus dilaksanakan secara tertib dan teratur, termasuk aturan terkait pengantaran makanan bagi para tahanan.
“KPK mengimbau agar kunjungan tetap dilakukan secara tertib dan teratur, termasuk dalam hal pengantaran makanan bagi para tahanan,” tambahnya.
Meski fasilitas kunjungan diberikan, Budi menegaskan bahwa tidak ada satu pun tahanan KPK yang merayakan Imlek.
“Walaupun demikian, saat ini tidak ada tahanan KPK yang merayakan Imlek,” jelasnya.
Berdasarkan data, jumlah tahanan di Rutan Cabang KPK Gedung Merah Putih terdiri atas 40 orang, dengan rincian 32 pria dan delapan wanita. Sementara di Rutan Cabang KPK Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, terdapat 41 tahanan yang seluruhnya pria, termasuk dua orang yang sedang dibantarkan untuk menjalani perawatan kesehatan.
Langkah KPK ini menunjukkan perhatian lembaga terhadap hak-hak tahanan, sekaligus menjaga komunikasi keluarga tetap terjalin selama momen-momen penting keagamaan atau budaya. Dengan pengaturan waktu kunjungan yang jelas, KPK berharap proses kunjungan berjalan aman, tertib, dan tetap memperhatikan protokol yang berlaku di lingkungan rutan.
Baca Juga: Kumpulan Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek Selain Gong Xi Fa Cai
Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya KPK untuk mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan tahanan, sambil tetap menjaga hak-hak asasi manusia dalam sistem pemasyarakatan lembaga antirasuah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Halmahera Tengah Membara, Wagub Malut dan Petinggi TNI-Polri Turun Tangan Redam Bentrok Antarwarga
-
Tragedi Maut di Proyek TB Simatupang: Niat Menolong Berujung Petaka, 4 Pekerja Tewas
-
Plt Ketum PPAD Komaruddin: Purnawirawan TNI AD Harus Jadi Perekat Persatuan, Tak Mudah Terprovokasi
-
KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot
-
BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya
-
Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI
-
Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun
-
Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI
-
Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang
-
Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak