News / Metropolitan
Selasa, 24 Februari 2026 | 12:06 WIB
Bus TransJakarta yang mengalami kecelakaan tabrakan antar sesama bus TransJakarta di jalur layang atau jalur langit Koridor 13, Cipulir, Jakarta, Senin (23/2/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/YU]
Baca 10 detik
  • Kecelakaan adu banteng bus Transjakarta di Koridor 13 pada Senin (23/2/2026) disebabkan kelalaian sopir Y mengalami microsleep.
  • Gubernur DKI Jakarta memerintahkan sanksi tegas kepada operator bus selain sopir terkait insiden fatal tersebut.
  • Evaluasi menyeluruh manajemen operator dan pengawasan jam kerja pramudi menjadi prioritas pasca-kejadian demi keselamatan publik.

Suara.com - Insiden kecelakaan 'adu banteng' bus Transjakarta di Koridor 13 pada Senin (23/2/2026) kemarin memicu reaksi keras dari pimpinan Ibu Kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengonfirmasi bahwa penyebab utama kecelakaan maut tersebut adalah faktor kelalaian sang pramudi.

Berdasarkan laporan kepolisian, salah satu pramudi bus yang diketahui berinisial Y mengalami kondisi microsleep saat sedang bertugas.

Kondisi tersebut membuat bus kehilangan kendali hingga melintasi jalur yang berlawanan dan memicu benturan keras dengan armada lain.

Pramono menekankan bahwa tanggung jawab atas kejadian ini tidak bisa hanya dibebankan kepada sang sopir semata.

Ia mendesak PT Transjakarta untuk menjatuhkan sanksi berat kepada pihak operator yang menaungi sopir tersebut.

"Saya nggak mau ikut campur urusan tidur. Yang paling penting, kami sudah memerintahkan kepada Transjakarta, operatornya juga harus diberikan sanksi, ditegur untuk itu. Bukan hanya yang disanksi adalah sopirnya, karena operator juga yang membina itu harus bertanggung jawab," tegas Pramono di Balai Kota, Selasa (24/2/2026).

Pramono menggarisbawahi pentingnya pembinaan dan pengawasan jam kerja bagi para pramudi agar kejadian serupa tidak terulang.

Diduga kuat, kurangnya waktu istirahat menjadi pemicu utama sopir tersebut tertidur saat menjalankan tugasnya.

Baca Juga: Sopir Tertidur Picu Tabrakan Adu Banteng Transjakarta di Cipulir, 24 Orang Luka-Luka

"Kejadian tabrakan yang kemarin di Cipulir ke arah JORR itu, memang betul-betul ketiduran. Saking ngantuknya," ungkap sang politisi senior.

Gubernur tidak ingin ada kompromi terkait keselamatan transportasi publik yang menyangkut nyawa banyak orang.

Langkah evaluasi menyeluruh terhadap manajemen operator transportasi kini menjadi prioritas utama Pemprov DKI pasca-insiden tersebut. 

Load More