- Sudinsos Jakarta Barat intensif memburu wanita viral yang sering menelantarkan pembayaran jasa ojol dan warung.
- Pencarian difokuskan di titik rawan seperti Cengkareng dan Kalideres, namun pelaku sulit ditangkap karena berpindah lokasi.
- Sudinsos berkoordinasi dengan komunitas ojol, meminta melaporkan pelaku ke posko Dinas Sosial terdekat untuk asesmen.
Hal itu menyulitkan petugas untuk melakukan penangkapan secara langsung di lokasi kejadian.
Tim Satgas P3S terus menggali informasi dari berbagai sumber primer di lokasi-lokasi yang pernah didatangi pelaku.
"Tim menanyakan dan mencari informasi kepada pedagang dan tukang ojek, mereka belum pernah melihat dan tidak ada yang mengenali ibu-ibu tersebut," ucap Fajar.
Ketidakhadiran identitas yang jelas dan fakta bahwa pelaku bukan warga lokal di titik-titik tersebut menambah kerumitan proses pelacakan.
Fajar Laksono menambahkan bahwa strategi pencarian kini mulai ditingkatkan dengan menambah jumlah personel di titik-titik pantau tertentu.
"Infonya, warga tersebut memang berpindah-pindah dalam beraksi juga, jadi belum bertemu. Terkait atensi terkini, kami akan lakukan penebalan kembali di titik pantau kami," ujar Fajar.
Penebalan personel ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku sehingga tindakan yang meresahkan warga tidak terus berulang.
Koordinasi dengan Komunitas Ojek Online
Informasi terbaru menyebutkan bahwa wanita tersebut terlihat kembali beraksi di kawasan Srengseng, Kembangan. Laporan ini segera direspons oleh Sudinsos dengan menggeser fokus tim ke wilayah tersebut.
Baca Juga: 6 Fakta Dugaan Bank Jambi Dibobol Hacker, Uang Nasabah Dijamin Diganti
Mengingat ojek online sering menjadi korban utama, pihak Sudinsos Jakarta Barat menjalin komunikasi intensif dengan para pengemudi ojol yang memiliki jaringan informasi luas di jalanan.
Kerja sama dengan komunitas ojol dianggap sebagai langkah paling efektif saat ini. Para pengemudi diminta untuk tetap waspada namun tidak melakukan tindakan main hakim sendiri jika bertemu dengan wanita yang dimaksud.
Fajar menekankan pentingnya prosedur penanganan yang sesuai dengan aturan pelayanan sosial.
"Petugas mengimbau kepada para pengemudi ojek online, apabila mendapatkan penumpang ibu-ibu tersebut, agar segera membawanya ke posko Dinas Sosial terdekat untuk dilakukan penanganan lebih lanjut," ungkap Fajar.
Dengan membawa pelaku ke posko atau panti sosial, diharapkan wanita tersebut bisa mendapatkan asesmen yang tepat, apakah tindakan tersebut didasari oleh gangguan kejiwaan atau faktor kesejahteraan sosial lainnya.
Aksi perburuan ini masih terus berlangsung hingga saat ini. Sudinsos Jakarta Barat mengimbau warga kota besar, khususnya di wilayah Jakarta Barat dan sekitarnya, untuk segera melaporkan melalui kanal resmi atau media sosial jika melihat keberadaan wanita dengan ciri-ciri yang viral tersebut.
Penanganan PPKS secara tepat menjadi prioritas pemerintah kota guna menjaga ketertiban umum dan melindungi hak-hak pekerja serta pedagang kecil di Jakarta.
Berita Terkait
-
6 Fakta Dugaan Bank Jambi Dibobol Hacker, Uang Nasabah Dijamin Diganti
-
Satu Grup dengan Malaysia, Timnas Futsal Putri Indonesia Siap Tempur di Piala AFF Futsal Wanita 2026
-
Sudah Rela Tidur dengan Kades, Wanita Ini Murka Warungnya Tetap Dibongkar Satpol PP
-
Ramai Video Ibu Tiri Nizam Sudah Ditahan, Benarkah Terkait Kasus di Sukabumi?
-
Ayah Ungkap Kronologi Sebelum Bocah NS Dibawa ke RS dan Meninggal, Netizen Curigai Hal Ini
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Bukan Cuma Lucu, Ada Makna Mendalam di Balik Viral Lagu 'Mas Bahlil Ganteng' Menurut Golkar
-
Jateng Panen Penghargaan Pendidikan 2026, Buah Kerja Keras Sepanjang 2025
-
Pasar Senen Membeludak! 38 Ribu Warga Jakarta Serbu Kereta Api Demi Rayakan Iduladha di Kampung
-
Tragedi Berdarah di Blok M, WNA MHF Tewas Usai Dihajar Pria Misterius
-
Skandal Riset Palsu di Denmark, Peneliti Indonesia Diduga Tipu Ilmuwan Dunia Demi 'Grant'
-
California Terancam Krisis Kimia Usai Ledakan Tangki GKN Aerospace
-
Trump Desak Iran Serahkan Uranium ke AS di Tengah Negosiasi Damai
-
Pemimpin Tertinggi Iran Bersembunyi di Bunker, Intelijen AS Klaim Komunikasi Terputus
-
Wagub Erwan Optimistis Jabar Pertahankan Gelar Juara Umum Anugerah Adinata Syariah 2026
-
Prabowo Serahkan 1.098 Sapi Kurban Premium, Pemerintah Gelontorkan Rp100 Miliar dari APBN