- Seorang balita bernama M. Azril Filah Busairi (4) dilaporkan hilang terseret arus drainase di Lombok Timur pada Selasa (21/5).
- Korban diduga terseret arus deras drainase di depan SDN 1 Selong saat bermain di pinggiran saat hujan.
- Tim SAR gabungan segera melakukan pencarian intensif di sepanjang aliran drainase sejak laporan diterima pukul 09.10 WITA.
Suara.com - Nasib nahas menimpa seorang balita bernama M. Azril Filah Busairi (4). Bocah malang asal Lingkungan Karang Sukun, Kelurahan Selong ini dilaporkan hilang terseret arus drainase yang deras di depan SDN 1 Selong, Kabupaten Lombok Timur, pada Selasa (21/5).
Hingga saat ini, Tim SAR gabungan masih berjibaku melakukan pencarian intensif di sepanjang aliran drainase untuk menemukan korban.
"Berdasarkan Informasi awal yang diterima dari Unit SAR Lombok Timur, korban bernama M. Azril Filah Busairi (4 tahun), warga Lingkungan Karang Sukun, Kelurahan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Korban diduga terseret arus saat bermain hujan di pinggiran drainase depan SDN 1 Selong," ungkap Kepala Kantor SAR Mataram melalui Koordinator Pos SAR Kayangan M. Darwis di Lombok Timur, Selasa.
Kronologi Kejadian
Informasi hilangnya korban diterima petugas pada pukul 09.10 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR langsung menerjunkan personel ke lokasi kejadian pada pukul 10.49 WITA untuk memulai penyisiran.
"Operasi pencarian dilakukan dengan metode penyisiran sepanjang aliran drainase serta pemantauan di titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut," ujarnya.
Pencarian ini melibatkan kekuatan penuh dari berbagai unsur, mulai dari Rescuer Pos SAR Kayangan, SAR Unit Lombok Timur, TNI/Polri (Babinsa, Bhabinkamtibmas, Polres Selong), Damkarmat, BPBD, hingga masyarakat setempat.
Namun, hingga berita ini diturunkan, status korban masih Dalam Pencarian (DP). Tim SAR berkomitmen akan terus melakukan upaya maksimal demi menemukan korban. (Antara)
Baca Juga: Liburan Berujung Tragis, Wanita Asal Malaysia Hilang usai Terseret Arus Laut di Labuan Bajo
Berita Terkait
-
Banjir Kembali Genangi Pasar Cipulir
-
Jangan Anggap Sepele, Ini 6 Bahaya Drainase Rumah yang Tersumbat
-
Dramatis! Pelajar SMP Terseret Arus Deras Kali di Koja, Aksi Heroik Bhabinkamtibmas Selamatkan Nyawa
-
Liburan Berujung Tragis, Wanita Asal Malaysia Hilang usai Terseret Arus Laut di Labuan Bajo
-
Banjir di Puncak Bogor, Satu Orang Dikabarkan Hilang Terseret Arus
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Kubu Gus Yaqut Persoalkan Kerugian Keuangan Negara Belum Jelas dalam Kasus Kuota Haji
-
Tabrakan Koridor 13, DPRD DKI Tak Terima Alasan Sopir Mengantuk: Direksi Transjakarta Akan Dipanggil
-
Viral Hobi Makan Gratis hingga Tipu Ojol, Wanita di Jakbar Kini Jadi Buruan Sudinsos!
-
6 Remaja Disergap Saat Mau Tawuran, Polisi Sita Senjata Tajam!
-
Pemukim Israel Bakar dan Corat-coret Masjid di Tepi Barat Saat Ramadan
-
Pasar Parungkuda Catat Kenaikan Daging Ayam dan Cabai Jelang Puasa
-
Sudinsos Jakbar Buru Wanita Viral Hobi Makan Gratis dan Tak Bayar Ojol: Warga Resah
-
Yaqut Ungkap Alasan Pembagian Kuota Haji 2024: Satu-satunya Pertimbangan Adalah Hibtun Nafsi
-
Beda dari NasDem, Golkar Usul Parliamentary Threshold 5 Persen: Moderat dan Tetap Representatif
-
Pasukan Banser Kawal Ketat Sidang Praperadilan Eks Menag Yaqut di PN Jaksel