- Pelaku penganiayaan SPBU berinisial JMH terbukti positif konsumsi narkotika jenis sabu dan ganja berdasarkan tes urine.
- JMH yang mengaku polisi ternyata hanya seorang pekerja rental mobil dan menggunakan mobil dengan pelat nomor palsu.
- Penganiayaan terjadi setelah JMH memaksa mengisi Pertalite namun ditolak sebab ketidakcocokan barcode subsidi dengan nomor polisinya.
Suara.com - Fakta baru terungkap dalam kasus penganiayaan tiga pegawai SPBU di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur. Pria berinisial JMH yang sempat mengaku sebagai anggota polisi dan berteriak “mobil jenderal” itu ternyata positif mengonsumsi narkoba.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal mengatakan hal itu berdasar hasil tes urine. Penyidik melakukan pemeriksaan urine karena pelaku dinilai berbicara tidak jelas saat diperiksa.
"Pelaku dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu dan ganja," ungkap Alfian dikutip dari akun Instagram resminya, Rabu (25/2/2026).
Alfian juga memastikan JMH bukan anggota Polri seperti yang sempat ia klaim saat cekcok dengan petugas SPBU. Ia diketahui hanya bekerja di bidang rental mobil.
"Seorang pekerja rental," jelasnya.
Pakai Pelat Bodong, Ngotot Isi Pertalite
Saat kejadian, JMH menggunakan mobil Toyota Vellfire hitam dengan pelat nomor L-1-XD. Belakangan diketahui pelat tersebut tidak sesuai atau bodong. Ia juga memaksa mengisi BBM jenis Pertalite yang merupakan bahan bakar bersubsidi untuk kendaraan mewah tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, penolakan pengisian dilakukan karena barcode subsidi tidak cocok dengan nomor kendaraan.
"Barcode tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan sehingga pengisian tidak dapat dilakukan sesuai ketentuan," tutur Budi.
Baca Juga: Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta
Penolakan itulah yang memicu keributan hingga berujung penganiayaan terhadap tiga pegawai SPBU. Para korban mengalami luka di bagian wajah, dan satu di antaranya mengalami patah gigi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Waspada Hujan Lebat Imbas Bibit Siklon 97 W
-
Akademisi: Korupsi Batu Bara PLTU Jangan Berhenti di Eks Jampidsus, Ungkap Seluruh yang Terlibat
-
Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat
-
DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!
-
DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi
-
DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif
-
Minta Dihukum Mati! DPR Geram Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi: Menjijikkan!
-
Jejak Kasus Febrie Adriansyah: Penggeledahan, Penyitaan Aset hingga Dilimpahkan ke Kejagung
-
Tersangka Don Ritto Sudah Ditahan di Polda Metro, Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah