- Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menindak 249 juta batang rokok ilegal sepanjang Januari 2026 di Indonesia.
- Penindakan rokok ilegal naik 295,9% dibandingkan Januari 2025, dipicu penangkapan besar di Pekanbaru, Riau.
- Penindakan narkotika Januari 2026 mencapai 95 kali dengan barang bukti sitaan 0,21 ton.
Suara.com - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu) melaporkan kalau penanganan rokok ilegal selama Januari 2026 mencapai 249 juta batang.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan kalau penindakan rokok ilegal oleh Bea Cukai selama Januari 2026 naik 295,9 persen secara year on year (yoy) jika dibandingkan dengan Januari 2025 yang hanya 63 juta batang.
"Untuk rokok ilegal di bulan Januari kemarin terjadi peningkatan pencegahan atau penindakan atas jumlah batang rokok ilegal. Januari 2025 hanya sekitar 63 juta yang ditindak, yang ditangkap. Di Januari 2026 ini meningkat menjadi 249 juta rokok ilegal yang ditangkap oleh Bea Cukai," kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Wamenkeu Sua bercerita kalau penyebab tingginya penindakan ini terjadi usai Bea Cukai melakukan penangkapan gudang rokok ilegal di Pekanbaru, Riau.
Penindakan Bea Cukai terhadap rokok ilegal juga naik 53,8 persen menjadi 1.243 kali di Januari 2026, di mana Januari 2025 hanya 808 penindakan.
"Dan yang ini tentu Bea Cukai bekerja sama dengan aparat penegak hukum yang lain, ini kemudian dapat menemukan gudang ini dan melakukan penangkapan, penindakan yang sangat besar di gudang tersebut," lanjutnya.
Sedangkan untuk narkotika, Bea Cukai melakukan penindakan 95 kali selama Januari 2026, turun 2,1 persen dari 97 penindakan di Januari 2025. Adapun barang bukti yang disita mencapai 0,21 ton, naik 111,7 persen dari 0,1 ton di periode sebelumnya.
"Untuk narkotika, barang bukti yang diambil itu juga meningkat dua kali lipat. Kalau tahun lalu Januari 2025 masih 0,1 ton, Januari 2026 sudah 0,21 ton yang ditindak," papar dia.
Lebih lanjut Suahasil menyebut kalau tim Bea Cukai yang baru dilantik Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal terus melakukan optimalisasi serta pengawasan kepabeanan dan cukai.
Baca Juga: Kepolisian Jepang Tangkap Produser XG atas Dugaan Kepemilikan Narkotika
"Kita berharap akan terus dilakukan ke depannya sehingga kita makin baik dalam pengawasan maupun pengumpulan penerimaan negara. Termasuk ini ya, yang narkotika ini berita yang cukup kuat mengenai dua warga negara asing yang menelan ribuan gram sabu demi mengelabui petugas beberapa waktu yang lalu," jelasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Kepolisian Jepang Tangkap Produser XG atas Dugaan Kepemilikan Narkotika
-
ABK Fandi Ramadhan Terancam Hukuman Mati, Skenario Mafia atau Kejahatan Sadar?
-
Penerimaan Bea Cukai Anjlok 14% Jadi Rp 22,6 Triliun di Januari 2026
-
Penerimaan Pajak Naik 30,7% di Awal 2026, Negara Kantongi Rp 116,2 Triliun
-
Begini Kebijakan Kemenkeu RI Buntut Viralnya Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Trending
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Alfamart-Indomaret Dominasi, Menkop: Aturannya Ada di Daerah
-
Bibit Abal-abal Ancam Masa Depan Sawit Rakyat
-
Tak Sekadar Renovasi, Pemerintah Sulap Kampung Kumuh Jadi Pusat Ekonomi Warga
-
Bos Agrinas Pangan Siap Menghadap Dasco, Terangkan Maksud Impor Pikap
-
Penerimaan Bea Cukai Anjlok 14% Jadi Rp 22,6 Triliun di Januari 2026
-
Menkop Tak Mau Ambil Pusing Soal Impor Pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih
-
Emiten Asuransi TUGU Raih Outlook Stabil, AM Best Soroti Kinerja dan Permodalan Kuat
-
Dasco Hadang Impor 105 Ribu Mobil India, Pengamat: Selamatkan Buruh Otomotif dari PHK
-
Program Gentengisasi Mulai Masuk Kawasan Menteng, Sasar 52 Rumah
-
Penerimaan Pajak Naik 30,7% di Awal 2026, Negara Kantongi Rp 116,2 Triliun