- BEM se-DIY mengadakan aksi damai di Malioboro dan Titik Nol Kilometer pada Rabu (25/2/2026) sebagai respons kondisi bangsa.
- Sekitar 400 personel kepolisian dikerahkan untuk pengamanan aksi dengan pendekatan humanis dan melibatkan Polwan.
- Kepolisian mengimbau massa menjaga ketertiban, tidak anarkis, dan menghormati warga serta pedagang sekitar Malioboro.
Suara.com - Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar aksi damai yang dipusatkan di kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu (25/2/2026). Aksi tersebut menjadi bentuk respons kolektif mahasiswa terhadap kondisi bangsa saat ini.
Selain aliansi BEM, aksi ini juga mengundang berbagai elemen masyarakat, komunitas, serta organisasi gerakan di wilayah DIY untuk turut bergabung dalam barisan massa.
Massa aksi dijadwalkan berkumpul di titik temu Abu Bakar Ali mulai pukul 14.00 WIB. Namun, berdasarkan pantauan di DPRD DIY, ratusan personel kepolisian telah bersiap melakukan pengamanan sejak siang hari.
Kabag Ops Polresta Yogyakarta, Kompol Sumanto, menyebut sekitar 400 personel dari berbagai satuan diterjunkan untuk mengawal jalannya aksi.
“Kita sendiri pun dari kepolisian, yaitu ada kurang lebih 400-an di seluruhnya,” ujar Kompol Sumanto saat dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026).
Ia menegaskan, pengamanan akan dilakukan dengan pendekatan humanis sejak titik kumpul hingga lokasi aksi di Titik Nol Kilometer. Pihaknya juga mengerahkan polisi wanita (Polwan) untuk memberikan imbauan secara persuasif guna mengantisipasi adanya provokasi.
“Kita laksanakan pelayanan dengan humanis, mulai dari titik kumpul, DPRD, sampai ke Titik Nol. Kami kerahkan juga Polwan untuk memberikan imbauan secara persuasif guna mencegah adanya provokator,” katanya.
Mengingat aksi berlangsung di bulan puasa dan berlokasi di pusat ekonomi Malioboro, kepolisian turut mengimbau massa untuk menjaga ketertiban serta menghormati warga dan pedagang di sekitar lokasi.
“Kita imbau tidak boleh anarkis, tidak mengeluarkan kata-kata yang kotor, pokoknya semuanya humanis seperti itu. Itu pun sudah kita imbau,” ujarnya.
Baca Juga: Ketua BEM UGM Dibuntuti Pria Misterius, Ini Kronologi Dugaan Intimidasi
Terkait potensi bentrok dengan warga, Sumanto meyakini hal tersebut tidak akan terjadi selama aksi berjalan tertib dan kondusif.
“Kalau kegiatannya bagus, rapi, tidak anarkis, warga di sini pun tidak akan seperti itu. Ya saling menghormati, apalagi ini di bulan puasa,” tandasnya.
Hingga pukul 14.10 WIB, belum terlihat pergerakan massa aksi menuju kawasan Malioboro, sementara aparat kepolisian telah bersiaga di berbagai titik untuk memantau perkembangan situasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
Terkini
-
DPR Sebut Tragedi di Kawasan IMIP Alarm Nasional, Desak Evaluasi Total Tata Kelola Lingkungan
-
Desakan Tarik Brimob dari Pengamanan Sipil Menguat, Polri: Ini Ulah Individu, Bukan Struktural
-
Karier Alex Noerdin: Dari Anak Tentara Hingga Gubernur Sumsel
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Polisi Ungkap Jaringan TPPO Jual Beli Bayi Lintas Daerah, Beroperasi dari Jakarta hingga Papua
-
KPK Perluas Pemeriksaan Kasus Pemerasan di Pati, Mantan Pejabat hingga Kades Dipanggil
-
Pelajar 16 Tahun Pukul Kakak Kandung hingga Tewas di Kelapa Gading, Polisi Dalami Motif Pelaku
-
Selain Kades, KPK Seret Eks Wabup dan Eks Ketua DPRD Pati Jadi Saksi Kasus Pemerasan Sudewo
-
Usulan KSPI THR H-21 Ditolak! Ini Kata Menaker Soal Batas Waktu Pembayaran THR Idulfitri 2026
-
DPR Desak Pemerintah Sanksi Perusahaan Pelanggar THR: Jangan Jadi Pola Menahun