- Ayatollah Ali Khamenei merupakan pengagum pemikiran Presiden Soekarno dan membela ideologinya saat dipenjara rezim Syah.
- Megawati Soekarnoputri mengungkapkan kekaguman tersebut melalui surat duka cita atas meninggalnya Pemimpin Agung Iran tersebut.
- Khamenei menjadikan semangat Dasasila Bandung dan Pancasila sebagai referensi kemandirian Iran pasca-Revolusi Islam 1979.
Suara.com - Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Agung Iran yang gugur dibunuh Israel-Amerika Serikat, ternyata pengagum berat pemikiran Presiden pertama RI Soekarno. Bahkan, ia pernah membela pemikiran Bung Karno meski 6 kali dipenjara oleh Syah Iran Mohammad Reza Pahlavi sebelum Revolusi Islam 1979.
Hal itu diungkapkan Presiden ke-5 RI sekaligus putri Bung Karno, Megawati Soekarnoputri dalam surat dukanya untuk Republik Islam Iran, yang dilayangkan pada Selasa (3/3).
Surat tersebut tidak sekadar menjadi formalitas diplomatik, melainkan simbol kuatnya hubungan ideologis antara Indonesia dan Iran yang telah terjalin selama puluhan tahun.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengantarkan langsung surat tersebut kepada Duta Besar Iran untuk Republik Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Jakarta sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi sang pemimpin spiritual.
Dalam dokumen tersebut, Megawati menegaskan Ayatollah Ali Khamenei bukan hanya seorang pemimpin politik, melainkan sosok negarawan yang teguh dalam mempertahankan kedaulatan negara dari intervensi asing.
Megawati melihat adanya keselarasan antara visi Khamenei dengan perjuangan kemerdekaan yang selama ini digaungkan oleh ayahnya, Proklamator RI Bung Karno.
"Bagi kami di Indonesia, sosok Ayatollah Ali Khamenei memiliki kedekatan batin dan pemikiran dengan perjuangan Bung Karno," tulis Megawati dalam dokumen tersebut.
Warisan Ideologi: Pancasila dan Dasasila Bandung di Teheran
Kekaguman Ayatollah Ali Khamenei terhadap Indonesia ternyata berakar sangat dalam.
Baca Juga: Jimly Asshiddiqie: RI Perlu Tangguhkan Keanggotaan BoP Sampai Perang Iran-AS Reda
Sejarah mencatat bahwa kemandirian Iran pasca-revolusi banyak mengambil referensi dari semangat Dasasila Bandung dan Pancasila.
Bagi Khamenei, pemikiran Soekarno adalah lentera perlawanan terhadap hegemoni global yang menindas bangsa-bangsa berkembang.
Megawati menceritakan kembali kenangan personalnya saat berkunjung ke Teheran pada tahun 2004 sebagai Presiden RI.
Kala itu, ia merasakan sendiri betapa besar kharisma dan keramahan Khamenei.
Meskipun hingga akhir hayatnya Khamenei belum sempat menginjakkan kaki di Indonesia, ikatan batin antara keduanya tetap terjaga melalui forum-forum internasional seperti Konferensi D-8.
"Walaupun beliau tak sempat ke Indonesia hingga akhir hayatnya, saya merasakan ikatan historis yang sangat mendalam," ungkap Megawati, dikutip hari Kamis (5/3/2026).
Tag
Berita Terkait
-
Jimly Asshiddiqie: RI Perlu Tangguhkan Keanggotaan BoP Sampai Perang Iran-AS Reda
-
Doa Bersama dan Petisi Solidaritas untuk Iran Digelar di Jakarta
-
Pemerintah Didesak Prioritaskan Evakuasi WNI di Timur Tengah Ketimbang Ambisi Jadi Penengah
-
Ratusan Warga Padati Kediaman Dubes Iran, Gelar Doa Bersama dan Petisi atas Wafatnya Ali Khamenei
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi
-
Prabowo di Depan Ribuan Petugas MBG: Terima Kasih Atas Kesetiaan Kalian