- Pemerintah didesak fokus utama pada evakuasi ribuan WNI di zona konflik daripada menjadi mediator Iran-Israel.
- Indonesia dinilai sulit menjadi mediator netral karena posisi diplomatik dianggap condong ke blok Amerika Serikat dan Israel.
- Situasi mendesak karena konektivitas udara di wilayah Teluk terhenti, menahan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sana.
Suara.com - Pemerintah Indonesia didesak untuk segera mengalihkan fokus dari ambisi menjadi mediator konflik Iran-Israel dan AS. Seharusnya langkah nyata yang harus diutamakan adalah penyelamatan ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) yang terjebak di negara berkonflik.
Guru Besar UGM Bidang Geopolitik Timur Tengah, Siti Mutiah Setiawati, menilai posisi Indonesia saat ini sangat sulit untuk diterima sebagai penengah yang netral.
Hal itu tidak terlepas dari syarat utama seorang mediator yang netralitas diakui kedua belah pihak. Sementara sekarang posisi diplomatik Indonesia dianggap sudah terlalu condong pada blok Amerika Serikat dan Israel usai bergabung dengan Board of Peace (BoP).
"Kita sudah nge-pro pada yang satu, enggak mungkin Iran itu menerima kita," kata Siti, di acara Pojok Bulaksumur UGM, Kamis (5/3/2026).
Ambisi menjadi mediator kian sulit mengingat posisi geopolitik Indonesia yang masih berada di lingkaran luar pusat kekuatan dunia.
Menurutnya, negara-negara besar seperti Jerman dan organisasi sekuat Uni Eropa pun telah gagal dalam upaya menengahi kesepakatan nuklir Iran Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Apalagi ketika Amerika Serikat secara sepihak keluar dari kesepakatan tersebut.
"Kita itu negara dunia ketiga, itu yang harus kita sadari. Tidak mungkin (jadi mediator) ya karena kita sudah berpihak," ucapnya.
Ketimbang membuang energi pada diplomasi yang sulit membuahkan hasil, Siti menekankan pentingnya rencana jangka pendek (immediate plan) untuk mengevakuasi warga negara di daerah berkonflik.
"Loh kenapa pemerintah malah idenya untuk menengahi, yang itu sudah sulit, ini lho (WNI) diselamatkan dulu," tandasnya.
Baca Juga: Ratusan Warga Padati Kediaman Dubes Iran, Gelar Doa Bersama dan Petisi atas Wafatnya Ali Khamenei
Ia menyoroti kekhawatiran beberapa rekan keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mulai menyuarakan kegelisahan mereka di media sosial. Seiring dengan meningkatnya pula ancaman serangan di wilayah Teluk.
"Saya diskusi dengan Kemenlu, kenapa Kemenlu tidak mencanangkan bahwa immediate (plan) itu harus menyelamatkan mengevakuasi penduduk Indonesia ke sana," tegasnya.
Diungkapkan Siti, data menunjukkan bahwa konsentrasi PMI terbesar berada di wilayah Teluk, dengan jumlah mencapai jutaan orang. Baik kategori unskilled maupun skilled worker yang bekerja di sektor strategis seperti perusahaan minyak.
Situasi kini semakin genting usai maskapai-maskapai besar di wilayah tersebut mulai menghentikan operasional akibat ancaman serangan udara.
Lumpuhnya konektivitas udara ini menjadi ancaman serius bagi keselamatan WNI yang hendak keluar dari zona merah. Siti menyayangkan jika pemerintah masih berkutat pada ide mediasi.
"Itu yang harus lebih kita perhatikan kalau menurut saya. Wilayah teluk itu sangat kaya dan konsentrasi PMI itu di wilayah teluk. Jadi sekarang terhenti semua, tertahan di bandara itu yang memprihatinkan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Ratusan Warga Padati Kediaman Dubes Iran, Gelar Doa Bersama dan Petisi atas Wafatnya Ali Khamenei
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Nyanyi Lagu Kebangsaan Dituding Terpaksa, Aksi Manis Striker Iran Bikin Dunia Tersentuh
-
Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
Terkini
-
Selain Mark-up Motor hingga Sepatu MBG, Dadan Cs Diduga Loloskan SPPG Tak Penuhi Syarat
-
Bongkar Gurita Korupsi MBG! Kejagung Temukan Banyak Yayasan SPPG Dadan Cs di Seluruh Indonesia
-
Penampakan Bandara Internasional Kuwait Luluh Lantak Dihantam Drone Iran
-
Donald Trump Beberkan Alasan Maki Benjamin Netanyahu Orang Gila
-
Korupsi MBG, Dadan Hindayana Cs Diduga Mark-up Motor Listrik Rp1 Triliun dan Ribuan Pasang Sepatu
-
Kebakaran Misterius di Sleman: Teror Manusia atau Anomali Alam?
-
Eks Kepala BGN Ditahan Kejagung, Menkum Supratman: Presiden Sudah Berkali-kali Mengingatkan
-
Kronologi Lengkap Korupsi MBG Jerat Dadan Hindayana Cs Tersangka: Mark Up Motor Hingga TV 75 Inch
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Terkuak! Ini Alasan Prabowo Copot Dadan Hindayana Cs Sebelum Akhirnya Ditahan Kejagung