- Presiden Trump mengklaim AS dan Israel agresi ke Iran dan membunuh Khamenei pada 28 Februari 2026 untuk hentikan nuklir.
- Duta Besar Iran membantah tuduhan nuklir, menyatakan Khamenei telah menerbitkan fatwa haram produksi senjata nuklir.
- Iran menuduh AS dan Israel melakukan terorisme berbasis negara dengan membunuh pemimpin yang selalu melawan kekerasan global.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim, negaranya dan Israel mengagresi Iran dan membunuh Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei, Sabtu (28/2/2026), untuk menghentikan pembuatan senjata nuklir.
Namun, Kamis (5/3/2026), Duta Besar Iran untuk Republik Indonesia Mohammad Boroujerdi mengungkapkan fakta sebaliknya.
“Musuh membunuh Pemimpin Agung kami atas tuduhan tengah membangun senjata nuklir. Tapi yang harus diketahui, Ayatollah lah yang menerbitkan fatwa haram memproduksi, menyimpan, dan atau menggunakan senjata nuklir," kata Boroujerdi dalam acara doa bersama dan penandatanganan petisi di kediamannya, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis.
Karenanya, Boroujerdi secara terbuka mempertanyakan motif di balik serangan yang menewaskan Khamenei pada Sabtu (akhir bulan lalu.
Kematian sang pemimpin spiritual tertinggi Iran tersebut memicu gelombang protes dan duka mendalam bagi jutaan umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Boroujerdi menegaskan, tuduhan-tuduhan yang dilemparkan oleh pihak Barat sebagai dalih serangan tersebut sepenuhnya tidak berdasar dan bertentangan dengan prinsip yang selama ini dipegang teguh oleh Khamenei.
Fatwa haram senjata nuklir tersebut, menurut Boroujerdi, adalah bukti nyata misi Ali Khamenei bukanlah untuk memicu perang pemusnahan massal, melainkan untuk kedaulatan yang damai.
Dengan adanya fatwa haram ini, argumen keamanan yang digunakan koalisi AS-Israel untuk melakukan serangan dianggap sebagai bentuk pembohongan publik internasional.
Sosok Anti-Kekerasan dan Anti-Genosida
Baca Juga: Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
Bagi pemerintah Iran dan para pendukungnya, Ayatollah Ali Khamenei bukan sekadar pemimpin politik, melainkan simbol perlawanan terhadap penindasan global.
Boroujerdi menjelaskan, sepanjang masa kepemimpinannya, Khamenei selalu mengambil posisi yang tegas melawan segala bentuk ekstremisme dan kekerasan yang dilakukan oleh kekuatan-kekuatan hegemonik.
“Hari ini, kita semua berduka atas gugurnya seorang Pemimpin Agung yang tak pernah berkomproni dengan musuh. Dia selalu melawan hegemoni kekerasan serta genosida. Dia melawan musuh, di mana pun itu berada," kata dia.
AS-Israel 'Terorisme Berbasis Negara'
Dalam pidatonya, Boroujerdi tidak ragu untuk menggunakan diksi yang tajam terhadap Amerika Serikat dan Israel.
Ia menyebut tindakan kedua negara tersebut sebagai bentuk terorisme yang sangat berbahaya karena dilakukan secara terorganisir oleh institusi negara.
Tag
Berita Terkait
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Nyanyi Lagu Kebangsaan Dituding Terpaksa, Aksi Manis Striker Iran Bikin Dunia Tersentuh
-
Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip
-
Ketegangan AS-Iran Memuncak, Aset Bitcoin 'To The Moon' dan Langsung Jadi Buruan
-
Umrah di Tengah Ketegangan Iran-Israel, Kimberly Ryder Pasrah Apa pun yang Terjadi
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
Terkini
-
Putri Zulhas Sebut Stok BBM RI Hanya Cukup 21 Hari, DPR Segera Gelar Rapat Bahas Energi
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Arab Saudi Beri Perpanjangan Visa Gratis bagi Jemaah Umrah RI yang Terkendala Pulang
-
Jalankan Instruksi Zulhas, Fraksi PAN DPR Gelar Aksi Sosial Selama Ramadan
-
Diduga Dibeli dari Hasil Korupsi, 5 Mobil Operasional Tersangka Kasus Bea Cukai Disita KPK
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Ada Upaya Hambat Penyidikan Kasus Bupati Sudewo, KPK Buru Sosok Mastermind
-
Tingkatkan Kesehatan Mental Santri, Menag Minta Pesantren Hadirkan Tenaga Psikolog
-
Jelang Vonis 2 Tahun Penjara, Delpedro Marhaen Beri 'Orasi Terakhir' di Aksi Kamisan
-
5 Poin Pertemuan Prabowo dan Dasco di Istana Jelang Lebaran 2026