- BPBD Kota Tangerang melaporkan sembilan kecamatan terdampak banjir parah akibat hujan deras yang terjadi sejak Sabtu hingga Minggu (8/3/2026).
- Ketinggian banjir bervariasi, mencapai titik terparah 150 cm di Kecamatan Periuk, menyebabkan akses mobilitas warga lumpuh total.
- Pemerintah daerah mengaktifkan posko pengungsian dan mengerahkan personel gabungan untuk evakuasi serta penanganan optimalisasi pompa air.
Tercatat sedikitnya ada 50 kepala keluarga yang terdampak langsung oleh luapan air di wilayah tersebut. Namun, kondisi yang cukup mengkhawatirkan terjadi di Kecamatan Larangan.
Di Perum Taman Cipulir Blok A4 No.15 Cipadu Jaya, banjir terjadi akibat tanggul yang jebol, sehingga air dengan cepat masuk dan merendam pemukiman warga.
Kecamatan Karawaci turut melaporkan adanya genangan di RW 2, 4, 6, dan 9 Kelurahan Karawaci Baru dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter.
Terakhir, di wilayah Kecamatan Benda yang berdekatan dengan area bandara, banjir terjadi di RW 11 dan 9 Kelurahan Belendung dengan ketinggian air menyentuh angka 60 sentimeter.
Menanggapi situasi yang kian mendesak, pemerintah daerah telah mengaktifkan sejumlah posko pengungsian untuk menampung warga yang rumahnya sudah tidak mungkin lagi ditempati.
Beberapa lokasi yang kini dijadikan tempat perlindungan sementara antara lain Rumah Potong Hewan (RPH), Mushola Petir Cipondoh, Masjid Ma’arif Petir, hingga GOR Total Persada.
Personel gabungan dari BPBD dan instansi terkait terus bersiaga di lokasi-lokasi banjir untuk membantu proses evakuasi, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
Selain evakuasi, fokus utama saat ini adalah memastikan aliran air bisa segera surut melalui optimalisasi pompa dan perbaikan darurat pada infrastruktur yang rusak.
"Kita terus lakukan evakuasi warga terdampak ke posko pengungsian untuk keselamatan. Sedangkan petugas dari Dinas PUPR terus bekerja melakukan penanganan," ujarnya.
Baca Juga: Jakarta Banjir Lagi: Cipinang Melayu Terendam 1,5 Meter, Warga Siaga Kiriman Air Hulu
Berita Terkait
-
Jakarta Banjir Lagi: Cipinang Melayu Terendam 1,5 Meter, Warga Siaga Kiriman Air Hulu
-
Link Live Streaming Persita vs Madura United: Misi 3 Poin Pendekar Cisadane
-
Ngeri! Istri Muda di Tangerang Habisi Suami, Jasad Penuh Luka Sayatan di Tempat Tidur
-
Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
-
Operasional Bus Listrik Diperluas, Infrastruktur Banjir Ikut Dibenahi
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim
-
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta
-
Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
-
Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran
-
Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah
-
Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026
-
ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.
-
4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay
-
Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat
-
Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan