News / Nasional
Senin, 09 Maret 2026 | 19:50 WIB
Presiden Prabowo Subianto. [Ist]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo menyatakan Indonesia relatif aman dari krisis global terutama berkat ketahanan pangan nasional yang memadai.
  • Prabowo berharap Indonesia akan mengurangi ketergantungan impor BBM melalui pemanfaatan potensi sumber daya alam domestik.
  • Pemerintah yakin Indonesia mampu keluar dari krisis global dengan kondisi lebih kuat melalui kemandirian nasional.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia berada dalam posisi yang relatif aman dalam menghadapi potensi krisis global, khususnya dalam hal ketahanan pangan.

Prabowo meyakinkan masyarakat bahwa di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah—terutama konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel—Indonesia setidaknya tidak perlu terlalu khawatir terhadap ketersediaan pangan.

“Banyak pihak akan mengalami kesulitan, tapi minimal kita aman dalam masalah pangan,” kata Prabowo dalam acara peresmian 218 jembatan di seluruh pelosok Indonesia secara virtual, Senin (9/3/2026).

Prabowo juga menyampaikan harapannya agar Indonesia ke depan tidak lagi bergantung pada impor bahan bakar minyak (BBM). Hal tersebut dimungkinkan berkat potensi sumber daya alam Indonesia seperti kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu yang dapat diolah menjadi sumber energi.

Selain itu, Prabowo mencermati kemungkinan adanya dinamika global yang dapat menyeret negara-negara lain, termasuk Indonesia, ke dalam situasi krisis. Oleh karena itu, Indonesia dinilai harus tetap waspada dan memperkuat kemandirian nasional.

“Kita berada dalam keadaan dunia yang penuh bahaya. Pihak-pihak berkekuatan besar sedang bertikai dan bisa menyeret bangsa-bangsa lain dalam keadaan yang susah,” kata Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah terus memantau dan mempelajari secara cermat berbagai indikator ekonomi serta potensi sumber daya nasional.

Berdasarkan berbagai perhitungan tersebut, Indonesia diyakini mampu menghadapi tantangan global dan bahkan keluar dari situasi krisis dengan kondisi yang lebih kuat.

“Saya sudah melihat dan mempelajari angka-angka setiap hari. Kita menemukan kekayaan-kekayaan baru. Kita mungkin akan mengalami kesulitan, saya tidak akan menutupi itu, tetapi perkiraan saya kita akan keluar dari keadaan krisis ini dengan lebih kuat, lebih makmur, dan lebih mampu berdikari,” ujarnya.

Baca Juga: Dalam Waktu Dekat Prabowo akan Sampaikan Taklimat untuk Bangsa, Soal Apa?

Prabowo menekankan pentingnya ketahanan pangan nasional sebagai fondasi utama dalam menghadapi ketidakpastian global.

Menyusul target swasembada beras, Prabowo berharap Indonesia juga dapat mencapai kemandirian protein dalam waktu dekat.

Dengan berbagai potensi sumber daya dalam negeri, Prabowo optimistis Indonesia mampu memperkuat kemandirian ekonomi nasional sekaligus menghadapi berbagai tantangan global yang ada.

Load More