News / Nasional
Selasa, 10 Maret 2026 | 15:48 WIB
Pemerintah Revitalisasi 72 Sekolah Terdampak Bencana di Pidie Jaya. (dok. ist)
Baca 10 detik
  • Pemerintah mengalokasikan Rp86,7 miliar untuk merevitalisasi 72 sekolah terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
  • Revitalisasi 72 sekolah tersebut melibatkan pengerjaan swakelola 62 sekolah dan pembangunan 10 sekolah oleh TNI AD.
  • Target penyelesaian revitalisasi sekolah rusak ringan/sedang Juni 2026, dan yang rusak berat/relokasi November 2026.

Suara.com - Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp86,7 miliar untuk merevitalisasi 72 sekolah yang terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Program ini ditujukan untuk mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan agar siswa dapat kembali belajar dengan aman.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan puluhan sekolah tersebut telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026.

“Ini bagian dari upaya kami agar rekonstruksi, khususnya untuk sarana pendidikan di Aceh, dapat terselesaikan dengan lebih cepat lagi,” kata Mu’ti di Aceh dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).

Dari total 72 sekolah yang direvitalisasi, sebanyak 62 satuan pendidikan dikerjakan secara swakelola, sementara 10 sekolah lainnya akan dibangun oleh TNI Angkatan Darat (TNI AD).

Mu’ti menyebut sejumlah sekolah yang telah menandatangani PKS tahap pertama bahkan sudah mulai memasuki tahap pekerjaan awal. Pemerintah menargetkan pembangunan dapat segera selesai agar dapat digunakan pada tahun ajaran baru.

Selain perbaikan bangunan sekolah yang rusak, pemerintah juga memproses penanganan bagi sekolah yang harus direlokasi karena kondisi lokasi yang tidak memungkinkan untuk digunakan kembali.

“Kami menunggu kepastian tempatnya. Mudah-mudahan bisa kami berikan prioritas dengan anggaran tahun 2026,” ujarnya.

Secara nasional, program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada 2026 memiliki alokasi anggaran sebesar Rp14 triliun untuk sekitar 11.000 satuan pendidikan di berbagai daerah. Program ini diprioritaskan bagi sekolah yang berada di wilayah terdampak bencana, memiliki kerusakan bangunan berat, serta sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Pelaksana Tugas Kepala SD Negeri 8 Meureudu, Martini, mengatakan sekolahnya sempat terendam banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 1,5 meter. Akibatnya seluruh ruang kelas dan perabotan sekolah terdampak.

Baca Juga: Masuk Sekolah Setelah Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Resminya

Pada 2026, sekolah tersebut mendapat bantuan revitalisasi berupa rehabilitasi 12 ruang kelas yang saat ini sudah memasuki tahap pembangunan.

“Dengan adanya peninggian bangunan, ke depannya kalau ada banjir kami bisa lebih siaga. InsyaAllah aman ke depannya, dan anak-anak bisa belajar dengan baik di sini,” ujar Martini.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Meureudu, Muhammadiyah, mengatakan sekolahnya termasuk yang terdampak paling parah akibat banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Area sekolah dan ruang kelas bahkan tertimbun tanah sehingga tidak dapat lagi digunakan.

“Di sini kami tidak bisa memanfaatkan sarana dan prasarana yang sudah ada, seperti komputer, TV, buku, semua sudah tertimbun,” katanya.

Melalui program revitalisasi 2026, SMA Negeri 2 Meureudu akan menerima bantuan pembangunan sekolah baru di lokasi yang sama dengan nilai anggaran Rp7,9 miliar. Pembangunan tersebut akan dikerjakan oleh TNI AD.

Pemerintah menargetkan revitalisasi sekolah dengan kerusakan ringan hingga sedang dapat selesai pada awal tahun ajaran baru Juni 2026. Sementara sekolah dengan kerusakan berat maupun yang memerlukan relokasi ditargetkan rampung pada November 2026.

Load More