- Rosid Slameto kembangkan bisnis sajadah traveling custom Yogyakarta hingga pasar Jepang.
- Permintaan sajadah custom meningkat dua kali lipat selama momentum bulan Ramadan.
- Inovasi sajadah waterproof Yogyakarta diminati agen travel haji dan pasar internasional.
Suara.com - Bulan Ramadan senantiasa membawa keberkahan bagi para pelaku usaha, termasuk Rosid Slameto (40), pemilik usaha sajadah custom asal Yogyakarta. Di tengah suasana bulan suci, permintaan sajadah traveling buatannya mengalami peningkatan signifikan, terutama untuk kebutuhan suvenir perusahaan dan agen perjalanan haji serta umrah.
Rosid menceritakan bahwa bisnis sajadah custom ini baru ia rintis pada Maret 2023. Sebelumnya, sejak 2013, ia lebih dulu menekuni bisnis percetakan konvensional yang fokus pada pembuatan nota. Inovasi beralih ke produk sajadah muncul dari kejeliannya melihat peluang di tengah ketatnya persaingan industri percetakan di Kota Gudeg.
Berbeda dengan sajadah pada umumnya, Rosid memilih konsep traveling yang praktis. Produk ini dirancang agar mudah dilipat hingga berukuran kecil, dapat digantung di tas, serta menggunakan bahan waterproof (tahan air) sehingga tidak mudah kotor.
"Desainnya kami buat secara custom sesuai permintaan pelanggan. Misalnya, untuk pesanan korporat, posisi logo dan pilihan warna bisa disesuaikan dengan identitas perusahaan mereka," ujar Rosid, Jumat (13/3/2026).
Ramadan Jadi Momentum Puncak
Memasuki bulan Ramadan, lonjakan pesanan biasanya sudah mulai terasa sejak satu bulan sebelumnya. Rosid mengaku pada periode ini, kapasitas produksinya bisa meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa.
"Biasanya permintaan meningkat tajam. Jika hari biasa kami memproduksi sekitar 150 hingga 200 lembar per hari, saat Ramadan jumlahnya bisa berlipat," tuturnya.
Namun, ia mencatat antusiasme tahun ini sedikit menurun dibandingkan tahun lalu. Rosid memperkirakan total produksi selama Ramadan kali ini berkisar antara 1.500 hingga 2.000 lembar, sementara tahun lalu bisa menembus angka 5.000 lembar dalam sebulan.
Menjangkau Pasar Internasional
Baca Juga: Pastikan Pemudik Nyaman, Satker PJN DIY: Jalan Yogyakarta Sudah Bebas Lubang
Selain diminati pasar domestik, produk sajadah traveling custom miliknya telah merambah pasar mancanegara. Rosid tercatat pernah mengirimkan pesanannya ke Malaysia, Singapura, hingga Jepang.
Permintaan dari Jepang tergolong cukup tinggi, baik untuk jenis traveling maupun sajadah standar. Hal ini seiring dengan perkembangan komunitas muslim dan berdirinya masjid-masjid baru di Negeri Sakura tersebut.
Terkait selera pasar, Rosid mengungkapkan bahwa banyak pelanggan menyukai desain minimalis. Namun, belakangan ini motif ornamen bergaya Turki yang menyerupai pola keramik klasik mulai menjadi tren baru. Produk ini dibanderol dengan harga kompetitif, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp100 ribu, tergantung pada jenis bahan dan aksesori tambahan.
Meski kini mulai memanen hasil, Rosid mengakui bahwa tantangan terbesar adalah mengedukasi pasar. Menurutnya, memperkenalkan produk baru dengan konsep custom memerlukan waktu yang tidak sebentar agar dapat diterima secara luas oleh masyarakat.
Kini, dengan dukungan sekitar 10 karyawan, bisnis yang berawal dari percetakan kecil ini terus berkembang. Di bulan Ramadan, setiap helai sajadah yang diproduksinya bukan sekadar komoditas bisnis, melainkan bagian dari penunjang ibadah bagi banyak orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian