- Kemacetan parah terjadi di Cilincing hingga Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat sore karena truk kontainer anjlok.
- Dampak utama insiden ini adalah keterlambatan signifikan pada layanan Transjakarta Koridor 10 (Tanjung Priok - PGC).
- Transjakarta mengerahkan petugas dan meminta maaf, mengimbau penumpang memantau pergerakan bus secara mandiri.
Suara.com - Arus lalu lintas di kawasan Cilincing hingga Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara mengalami kemacetan parah pada Jumat (13/3/2026) sore.
Penumpukan kendaraan yang masif ini dipicu oleh adanya insiden sebuah truk kontainer yang anjlok di wilayah tersebut.
Akibat kemacetan panjang di tengah jam sibuk, layanan Transjakarta Koridor 10 yang melayani rute Tanjung Priok - PGC mengalami keterlambatan kedatangan armada di setiap halte.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, telah mengonfirmasi kendala layanan yang sedang terjadi tersebut kepada publik.
"Sehubungan dengan adanya kejadian kontainer anjlok di wilayah Cilincing yang berdampak pada kemacetan arus lalu lintas hingga ke Terminal Tanjung Priok di jam sibuk, saat ini layanan Transjakarta Koridor 10 (Tanjung Priok - PGC) mengalami gangguan berupa keterlambatan kedatangan bus," ujar Ayu dalam keterangan tertulisnya.
Manajemen Transjakarta saat ini telah mengerahkan sejumlah petugas lapangan untuk meminimalisir dampak kepadatan lalu lintas bagi para pelanggan.
Mereka juga menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada seluruh pengguna jasa yang perjalanannya terganggu akibat insiden di luar kendali tersebut.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami. Petugas kami di lapangan terus berupaya mengatur operasional agar tetap melayani pelanggan semaksimal mungkin di tengah kepadatan lalu lintas," tutur Ayu lagi.
Para pengguna jasa transportasi publik ini diimbau untuk lebih teliti dalam memperhitungkan waktu perjalanan mereka guna menghindari keterlambatan yang lebih lama.
Baca Juga: Senin Kelabu di Jakbar: 16 RT Masih Terendam Banjir, Transjakarta Lakukan Penyesuaian Operasional
Penumpang disarankan memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk memantau pergerakan bus agar tidak menumpuk di area terminal maupun halte.
Manajemen Transjakarta juga menyatakan apresiasi kepada masyarakat yang tetap bersabar menghadapi situasi pelik di jalan raya sore ini.
"Transjakarta berterima kasih atas pengertian pelanggan," tutup Ayu dalam pernyataannya.
Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlangsung selama proses evakuasi truk kontainer dilakukan dan kepadatan arus kendaraan mulai terurai.
Berita Terkait
-
Transjakarta Pasang 'Mata-Mata' AI di 5 Ribu Bus Demi Cegah Sopir Microsleep
-
Cara Menggunakan QRIS Tap di BRImo untuk Kemudahan Transaksi di Transjakarta
-
Detik-detik Jaklingko Terguling di Lebak Bulus Viral di Media Sosial
-
Senin Kelabu di Jakbar: 16 RT Masih Terendam Banjir, Transjakarta Lakukan Penyesuaian Operasional
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK
-
Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa