- Banjir di DKI Jakarta pada Senin pagi (9/3/2026) menggenangi 16 RT dan dua jalan, dengan titik terdalam 90 cm di Rawa Buaya.
- Curah hujan tinggi menyebabkan gangguan signifikan pada layanan Transjakarta, memaksa penyesuaian operasional dan pengalihan beberapa rute utama.
- Empat halte Transjakarta sementara tidak melayani pelanggan dan layanan Mikrotrans JAK.50 terpaksa berhenti total karena genangan air.
Suara.com - Banjir masih mengepung sejumlah wilayah di DKI Jakarta pada Senin (9/3/2026) pagi menyusul hujan deras yang mengguyur sejak akhir pekan lalu.
Kepala Pusat Data Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, memaparkan data terkini mengenai sebaran titik banjir yang mayoritas mengepung wilayah Jakarta Barat.
"Saat ini terdapat 16 RT dan 2 jalan tergenang," ujar Yohan dalam keterangan tertulisnya.
Wilayah Kelurahan Rawa Buaya menjadi titik terdalam dengan kenaikan air yang masih di kisaran 90 sentimeter akibat curah hujan yang sangat tinggi.
Selain merendam pemukiman, bencana hidrometeorologi ini juga memicu gangguan signifikan pada layanan transportasi publik Transjakarta di jam sibuk pagi ini.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, mengonfirmasi adanya penyesuaian operasional yang harus diambil oleh manajemen.
"Sehubungan dengan dampak curah hujan tinggi yang menyisakan genangan serta kendala teknis di beberapa titik jalur, Transjakarta melakukan penyesuaian operasional di jam sibuk Senin pagi demi keamanan dan kenyamanan bersama," kata Ayu.
Beberapa rute utama seperti 2A, 3, dan 3F harus mengalami pengalihan lintasan lantaran banyaknya pembatas jalan atau separator yang berantakan di jalur busway.
Bahkan, empat halte yakni Halte Taman Kota, Jembatan Gantung, Pulo Nangka, dan Jembatan Baru untuk sementara tidak dapat melayani pelanggan dari kedua arah.
Baca Juga: Jakarta Siaga Banjir Kiriman, 1.200 Pompa Disiapkan Hadapi Air dari Bogor-Tangerang
Layanan bus Non-BRT rute 3E tujuan Puri Kembangan juga terpaksa diperpendek karena adanya genangan setinggi 50 sentimeter di Simpang Kembangan.
Kondisi paling parah dialami oleh layanan Mikrotrans JAK.50 rute Kalideres - Puri Kembangan yang harus berhenti beroperasi total akibat banyaknya titik genangan.
Pihak manajemen Transjakarta pun menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jasa yang perjalanannya terhambat pada awal pekan ini.
"Transjakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan perjalanan yang dialami oleh para pelanggan akibat penyesuaian ini," tutur Ayu.
Saat ini, personel gabungan dari berbagai dinas terkait tengah berjibaku melakukan penyedotan air agar mobilitas warga Jakarta dapat segera kembali normal.
Berita Terkait
-
Banjir Rendam 2.682 Rumah di Serang, Lebih dari 9.000 Warga Terdampak
-
Banjir Genangi Tol JakartaTangerang KM 24, Akses Gerbang Tol Karang Tengah Barat Sempat Ditutup
-
Hujan Lebat Picu Banjir di Tangerang, Pemkot Tetapkan Status Siaga
-
Banjir Jakarta Meluas Rendam 147 RT dan 19 Jalan, Puluhan Warga Pejaten Barat Mulai Mengungsi
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
Terkini
-
Prof. Ikrar Soroti Biaya Perjalanan Luar Negeri Prabowo: Pakai Uang Pribadi Harus Tetap Diaudit BPK
-
Prof Ikrar Soroti Dubes Tak Dilibatkan Diplomasi Luar Negeri Prabowo: yang Ikut Malah Teddy
-
545 Kepala Daerah Tersandung Korupsi, Wamendagri Singgung Bantuan Politik Tidak Jelas
-
Jaksa Minta Hakim Tolak Nota Pembelaan Nadiem Makarim
-
75 Persen Keluarga RI Pakai Daycare, Menteri PPPA: Banyak yang Tak Berizin dan Berisiko bagi Anak!
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Marak Kekerasan di Daycare, DPR Desak Evaluasi Menyeluruh Sistem Pengasuhan Anak
-
Bukan Sekadar Teror, Polisi Didesak Sikat Otak Penyerangan Andrie Yunus!
-
YLKI Minta Kepala BGN Baru Siapkan Trauma Healing bagi Korban Keracunan MBG
-
Tak Bisa Asal Masuk! Polisi Jabat di Kementerian Wajib Ikuti Open Bidding dan Seleksi Ketat