- Transjakarta mengadopsi teknologi AI melalui platform SYNTRA terintegrasi ADAS-DMS untuk memantau risiko pengemudi.
- Sistem cerdas ini memberikan peringatan langsung kepada pengemudi dan pusat kontrol saat konsentrasi terganggu secara waktu nyata.
- Sebanyak dua ribu bus telah dilengkapi perangkat ini, dengan target menambah tiga ribu armada lagi tahun ini demi keselamatan.
Suara.com - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) kian memperkokoh benteng keselamatan pelanggan dengan mengadopsi teknologi pemantauan pramudi mutakhir berbasis kecerdasan buatan.
Inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi digital operasional melalui platform SYNTRA yang telah terintegrasi dengan sistem ADAS-DMS.
Teknologi tersebut memiliki fungsi krusial untuk mendeteksi berbagai risiko selama bus beroperasi, mulai dari gejala kelelahan, distraksi, hingga indikasi microsleep.
Direktur Pelayanan dan Teknologi Informasi PT Transjakarta, Raditya Rusdi, menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas absolut dalam setiap pengembangan sistem operasional.
“Keselamatan pelanggan adalah harga mati bagi Transjakarta. Karena itu, kami tidak ingin mitigasi hanya mengandalkan pengawasan manual," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).
Sistem cerdas ini akan meletupkan peringatan langsung kepada pramudi sekaligus mengirim notifikasi ke pusat kontrol apabila konsentrasi sopir mulai terganggu secara real-time.
Sejauh ini, Transjakarta telah membenamkan perangkat canggih tersebut pada sekitar 2 ribu unit bus dari total populasi armada yang tersedia.
Badan usaha milik daerah ini membidik target untuk melengkapi 3 ribu armada tersisa secara bertahap demi cakupan proteksi yang lebih menyeluruh pada tahun ini.
Perusahaan transportasi publik terbesar di Jakarta tersebut juga tengah berinovasi dengan menguji coba teknologi pendeteksi pola tidur serta tingkat stres para pengemudi.
Baca Juga: Detik-detik Jaklingko Terguling di Lebak Bulus Viral di Media Sosial
Langkah preventif tersebut sengaja dirancang agar potensi kelelahan bisa terendus sejak dini sebelum pramudi menginjakkan kaki di atas pedal gas bus mereka.
"Bahkan sebelum pramudi mulai bertugas,” lanjut Raditya mewakili perusahaan.
Transjakarta menaruh harapan besar agar penguatan sistem yang bersifat responsif ini mampu menghadirkan layanan transportasi yang semakin aman dan andal bagi seluruh pelanggan.
Berita Terkait
-
Cara Menggunakan QRIS Tap di BRImo untuk Kemudahan Transaksi di Transjakarta
-
Detik-detik Jaklingko Terguling di Lebak Bulus Viral di Media Sosial
-
Senin Kelabu di Jakbar: 16 RT Masih Terendam Banjir, Transjakarta Lakukan Penyesuaian Operasional
-
Transjakarta Lakukan Penyesuaian Operasional 17 Rute Terdampak Banjir
-
Banjir Jakarta Meluas: Cek Daftar 17 Rute Transjakarta yang Dialihkan dan Berhenti Operasi Hari Ini
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
Terkini
-
Pidato Perdana Mojtaba Khamenei: Bersumpah Blokir Selat Hormuz
-
Disebut Sempat Hendak Disuap Yaqut Rp17 Miliar, Anggota Pansus Haji Terkejut: Saya Nggak Tahu
-
India Krisis Gas: Restoran Hapus Menu Panas demi Hemat Bahan Bakar
-
Israel Digempur Rudal Iran, Tujuan AS Perang Lawan Iran Kian Tidak Jelas
-
Belum Tahu soal Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras, Menko Yusril Langsung Koordinasi
-
KontraS Desak Aparat Usut Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Ada Upaya Pembungkaman?
-
DPR Dorong STIA LAN Bandung Bangun Laboratorium AI dan Big Data untuk Cetak ASN Digital
-
Dukcapil Temukan Nama dengan 79 Huruf: Terlalu Panjang untuk Kolom KTP!
-
Suplai Minyak AS Terancam? Trump: Kapal Minyak Harus Punya Nyali, Terjang Selat Hormuz!
-
Respons Aksi KPK, DPR: OTT Itu Penting, Tapi Penyelamatan Uang Negara Jauh Lebih Utama