- Serangkaian serangan terjadi pada Kamis (12/3) di Michigan dan Virginia, memicu kekhawatiran peningkatan kekerasan domestik.
- Sebuah sinagoge di West Bloomfield diserang mobil dan baku tembak; pelaku tewas dengan penyelidikan FBI mengarah teror Yahudi.
- Di Virginia, penembakan di Old Dominion University oleh mantan anggota Garda Nasional terkait dukungan ISIS berhasil dihentikan mahasiswa.
Suara.com - Amerika Serikat diguncang serangkaian serangan bersenjata dalam satu hari.
Insiden terjadi di negara bagian Michigan dan Virginia, memicu kekhawatiran meningkatnya aksi kekerasan domestik di tengah situasi melawan Iran yang memanas.
Serangan pertama terjadi, Kamis (12/3) waktu setempat di sinagoge Temple Israel synagogue, wilayah West Bloomfield, ketika seorang pria menabrakkan mobil ke gedung ibadah sebelum terlibat baku tembak dengan petugas keamanan.
Pelaku kemudian ditemukan tewas di dalam kendaraan yang terbakar.
Sheriff Oakland County, Mike Bouchard, mengatakan petugas keamanan sempat melawan pelaku.
“Keamanan melihatnya dan langsung terlibat baku tembak,” ujarnya dalam konferensi pers dilansir dari Aljazeera
Menurut FBI, insiden tersebut diduga sebagai aksi kekerasan terarah terhadap komunitas Yahudi.
Agen khusus FBI Detroit, Jennifer Runyan, menegaskan penyelidikan masih berlangsung.
“Kami menangani ini sebagai tindakan kekerasan yang ditargetkan,” katanya.
Baca Juga: Pecah Kongsi! AS Beri Waktu Seminggu ke Israel Selesaikan Perang Lawan Iran
Tidak ada korban jiwa di lokasi, namun puluhan petugas harus dirawat akibat menghirup asap dari mobil pelaku yang terbakar.
Pada hari yang sama, penembakan terjadi di Old Dominion University.
Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di gedung kampus sebelum akhirnya dilumpuhkan.
Direktur FBI Kash Patel menyebut mahasiswa ikut membantu menghentikan pelaku.
“Penembak berhasil dilumpuhkan berkat keberanian para mahasiswa dan respons cepat aparat,” ujarnya.
Pelaku diketahui bernama Mohamed Bailor Jalloh, mantan anggota Garda Nasional AS yang sebelumnya pernah mengaku bersalah dalam kasus dukungan terhadap ISIS.
Berita Terkait
-
Pecah Kongsi! AS Beri Waktu Seminggu ke Israel Selesaikan Perang Lawan Iran
-
Ancaman Trump ke Iran di Piala Dunia 2026 Disorot, Jurnalis Uruguay Ungkit Kasus Indonesia
-
Purbaya Yudhi Sadewa Optimis Investigasi Dagang AS Tak Pengaruhi Prospek RI
-
Suplai Minyak AS Terancam? Trump: Kapal Minyak Harus Punya Nyali, Terjang Selat Hormuz!
-
3 Tetangga Indonesia Boncos Gara-gara Perang AS - Israel vs Iran
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik
-
Siti Maimunah: Perlawanan Perempuan di Lingkar Tambang Adalah Politik Penyelamatan Ruang Hidup
-
Jusuf Kalla Ingatkan Dampak Perang Iran-Israel, Subsidi Energi dan Rupiah Terancam
-
Singgung KUHAP Lama, Kejagung Buka Peluang Kasasi atas Vonis Bebas Delpedro Cs
-
Selama Ramadan, Satpol PP DKI Temukan 27 Tempat Hiburan Malam Langgar Jam Operasional
-
Komnas HAM: Teror Air Keras ke Andrie Yunus Serangan terhadap HAM
-
Pecah Kongsi! AS Beri Waktu Seminggu ke Israel Selesaikan Perang Lawan Iran
-
Kuasa Hukum Lee Kah Hin Optimistis Raih Keadilan dalam Praperadilan Kasus Sumpah Palsu
-
Anak-anak Papua Antusias Sambut Speed Boat Pengantar Makan Bergizi Gratis di Danau Sentani
-
Jelang Lebaran, Prabowo Larang Keras Menteri dan Pejabat Gelar Open House Mewah