- Presiden Trump menantang kapal minyak melintasi Selat Hormuz meskipun Iran mengancam menyerang jalur vital tersebut.
- Ketegangan di Hormuz menyebabkan sekitar 1.000 kapal terjebak, mendorong harga minyak global melonjak di atas $100 per barel.
- Konflik meluas dengan serangan balasan AS/Israel di Teheran dan korban sipil bertambah di Lebanon serta Arab Saudi.
Suara.com - Ketegangan di Selat Hormuz semakin menekan pasar energi global. Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat pernyataan kontroversial.
Ia menyerukan kapal-kapal minyak untuk "punya nyali" dan tetap melintas di jalur sempit itu, meski ancaman serangan dari Iran terus berlanjut.
Trump Tantang Kapal Minyak Lewati Hormuz
Menurut National News, Trump menegaskan tidak ada yang perlu ditakuti di Selat Hormuz
Ia menyebut Iran "tidak punya angkatan laut" dan mengklaim kapal-kapal mereka sudah dihancurkan oleh serangan AS.
Padahal, laporan menunjukkan Iran telah menyerang beberapa kapal yang mencoba melintas, dan bertekad menjaga jalur itu tetap tertutup selama perang berlangsung.
Akibatnya, sekitar 1.000 kapal kini terjebak, memunculkan kekhawatiran blokade yang lebih besar dibanding perang tanker era 1980-an.
Normalnya, sekitar 150 kapal per hari harus melewati Selat Hormuz untuk menjaga pasokan energi dunia tetap lancar.
Namun, hanya segelintir yang berhasil lolos. Dampaknya, harga minyak melonjak di atas 100 dolar AS per barel.
Baca Juga: Daftar Negara Korban Jalur Neraka Selat Hormuz, Bikin Ekonomi Kacau Imbas Perang Iran
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menambahkan bahwa Washington tidak akan mengawal kapal komersial sampai kondisi militer memungkinkan.
Ia membuka opsi operasi bersama dalam kerangka koalisi internasional jika situasi membaik.
Trump juga mengklaim serangan AS telah melemahkan kemampuan militer Iran, termasuk menghancurkan ribuan rudal yang diarahkan ke negara-negara Teluk.
Ia menyebut Iran sebelumnya berambisi mendominasi kawasan, tapi ambisi itu kini terhenti.
Perang Melebar, Korban Sipil Bertambah
Di tengah ketegangan maritim, Trump menyebut pemimpin baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, kemungkinan masih hidup meski terluka.
Berita Terkait
-
3 Tetangga Indonesia Boncos Gara-gara Perang AS - Israel vs Iran
-
Iran Peringatkan AS: Timur Tengah Bisa Gelap Jika Fasilitas Listrik Diserang
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Iran Rilis Video AI Serang AS-Israel: Trump Jadi LEGO, Epstein File Pemicu Perang
-
Kesal dengan Israel, Kim Jong Un Kepikiran soal Perang Nuklir
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Habis Dibombardir, Donald Trump Umumkan Damai dengan Iran
-
Namanya Terseret Pusaran Kasus Korupsi MBG, Kapolres Metro Bekasi Akhirnya Buka Suara
-
BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Demo di Bundaran HI Hari Ini, Kondisi Ekonomi Jadi Sorotan
-
Kasus Suap Bea Cukai Blueray, Kenapa Seret Nama Raffi Ahmad?
-
Jakarta Menuju 5 Abad: Kota Global Bukan Cuma Soal Megahnya Pencakar Langit
-
Impunitas Menguat! Vonis Ringan TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Adalah 'Mock Trial' yang Zalim
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih
-
Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?