- Menteri Keuangan menyatakan optimis investigasi dagang USTR tidak mengganggu prospek perdagangan Indonesia dan Amerika Serikat.
- Indonesia memiliki keunggulan kompetitif berkat harga produk serta biaya tenaga kerja yang lebih rendah dibandingkan Amerika Serikat.
- Amerika Serikat memulai penyelidikan pada Rabu (11/3) untuk mengungkap praktik perdagangan tidak sehat terkait kapasitas berlebih.
Suara.com - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan optimistis bahwa investigasi dagang yang dilakukan oleh Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) tidak akan mengganggu prospek perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat.
Ia menilai penyelidikan tersebut merupakan hal yang wajar dalam dinamika perdagangan internasional, sehingga pemerintah tidak memberikan respons berlebihan terhadap langkah tersebut.
“Saya pikir tidak apa-apa (investigasi dagang). Investigasi itu hal yang biasa,” ujar Purbaya.
Menurut Purbaya, Indonesia masih memiliki keunggulan relatif dalam perdagangan dengan Amerika Serikat, terutama karena harga produk dari Indonesia dinilai lebih kompetitif dibandingkan barang asal negeri tersebut.
Selain itu, biaya tenaga kerja di Indonesia yang relatif lebih rendah juga memberikan daya saing tambahan bagi produk nasional di pasar global.
Faktor-faktor tersebut turut mendorong neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus terhadap Amerika Serikat.
Terkait kemungkinan kenaikan tarif impor yang kerap dikaitkan dengan status surplus perdagangan suatu negara terhadap Amerika Serikat, Purbaya mengatakan dampaknya tidak akan terlalu signifikan apabila tarif tersebut diterapkan secara setara dengan negara lain.
Namun, kondisi berbeda dapat terjadi apabila tarif yang dikenakan kepada Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara lain. Selisih tarif yang cukup besar, misalnya hingga 10 persen, berpotensi memberi tekanan terhadap perdagangan Indonesia.
Meski demikian, pemerintah memastikan tetap siap melakukan langkah efisiensi apabila kondisi tersebut terjadi.
Baca Juga: Suplai Minyak AS Terancam? Trump: Kapal Minyak Harus Punya Nyali, Terjang Selat Hormuz!
“Kami akan lakukan usaha efisiensi yang lain kalau memang terpaksa. Tapi harusnya sih prospek ke depan nggak terlalu butuh, meski dengan investigasi dari USTR,” tuturnya.
Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat pada Rabu (11/3) memulai penyelidikan perdagangan terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia dan Jepang, serta beberapa mitra dagang lainnya.
Langkah ini dilakukan setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat mencabut kebijakan tarif impor tinggi.
Perwakilan Dagang Amerika Serikat, Jamieson Greer, menyampaikan bahwa penyelidikan tersebut bertujuan mengungkap praktik perdagangan yang dianggap tidak sehat.
Ia mengatakan penyelidikan dilakukan untuk menyingkap serangkaian praktik dagang tidak sehat terkait kapasitas berlebih dan produksi manufaktur sebagai dasar dalam penetapan tarif impor baru yang lebih tinggi.
(Antara)
Berita Terkait
-
Suplai Minyak AS Terancam? Trump: Kapal Minyak Harus Punya Nyali, Terjang Selat Hormuz!
-
3 Tetangga Indonesia Boncos Gara-gara Perang AS - Israel vs Iran
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Minyak Dunia Tembus USD 120, APBN 2026 Terancam Jebol? Cek Faktanya
-
Pertempuran Udara: Iran Tembak Jatuh Pesawat Tanker AS di Langit Irak
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Beri Kepastian Lahan bagi Masyarakat, Kemenhut Realisasikan 3,11 Juta Hektare TORA
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian
-
Tak Ada di KUHAP, Penanganan Kasus Eks Jampidsus Tak Boleh Diberi Perlakuan Istimewa
-
Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng