- KPK panggil Gus Alex sebagai tersangka korupsi kuota haji hari ini.
- Usai tahan Yaqut, KPK periksa Ishfah Abidal Aziz terkait korupsi haji.
- Korupsi kuota haji rugikan keuangan negara sebesar enam ratus dua puluh dua miliar.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex (IAA) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi kuota haji. Pemanggilan ini dilakukan setelah penyidik menahan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, pada 12 Maret 2026 lalu.
“Hari ini, Selasa (17/3/2026), penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap Saudara IAA, Staf Khusus Menag periode 2020–2024. Kapasitas yang bersangkutan adalah sebagai tersangka,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada awak media di Jakarta.
Budi menjelaskan bahwa pemeriksaan Gus Alex berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Pihak lembaga antirasuah pun meyakini tersangka akan bersikap kooperatif dalam menjalani proses hukum ini.
“Kami meyakini Saudara IAA akan memenuhi panggilan penyidik hari ini,” tambahnya.
Kasus ini bermula pada 9 Agustus 2025, saat KPK mulai menyidik dugaan penyimpangan penentuan kuota haji Indonesia tahun 2023–2024. Berdasarkan penghitungan awal, kerugian negara dalam kasus ini sempat ditaksir mencapai lebih dari Rp1 triliun.
Seiring berjalannya penyidikan, KPK mencegah tiga orang bepergian ke luar negeri, yakni Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz, dan pemilik biro haji Maktour, Fuad Hasan Masyhur. Pada 9 Januari 2026, Yaqut dan Gus Alex resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Merespons penetapan tersebut, Yaqut sempat mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 10 Februari 2026. Namun, majelis hakim menolak seluruh permohonan praperadilan tersebut pada 11 Maret 2026.
Terkait kerugian negara, KPK mengumumkan telah menerima hasil audit resmi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI pada 27 Februari 2026. Dalam laporan akhir yang dirilis 4 Maret 2026, nilai kerugian keuangan negara akibat korupsi kuota haji ini dipastikan mencapai Rp622 miliar.
Satu hari setelah putusan praperadilan ditolak, tepatnya pada 12 Maret 2026, KPK resmi menahan Yaqut Cholil Qoumas di Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung Merah Putih KPK guna proses hukum lebih lanjut. (Antara)
Baca Juga: Skandal BNI, Kronologi Hilangnya Uang Jemaat Gereja di Rantauprapat Rp 28 Miliar
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Ogah Gabung May Day Bareng Prabowo, KPA Ingatkan Masalah Buruh-Petani dan Nelayan Belum Rampung
-
Kabar Baik Usai Kecelakaan Bekasi! KAI: 99% Kereta Kembali On Time, 20 Ribu Tiket Tuntas Direfund
-
Maut Tak Kasatmata: Leher Terjerat Benang Misterius, Pemotor di Karawang Tewas Berlumur Darah
-
Aliansi GEBRAK Bongkar Fakta Kekerasan Agraria, DPR Diminta Tak Lagi Diam
-
Pecah Telur ke Jakarta di Usia 60 Tahun, Buruh Cilacap Ini Rela Antre Sembako di Tengah Aksi May Day
-
KPA Tolak May Day Fiesta, Soroti Masalah Buruh hingga Petani Belum Tuntas
-
Aksi May Day di Monas 'Banjir' Sembako dari Istana
-
Gus Lilur Bongkar Peta Kekuatan Muktamar NU, 400 Suara Mengerucut ke Satu Poros?
-
Imbas May Day di DPR, Pintu Keluar Tol Slipi Ditutup: Cek Rute Alternatif Tomang-Tanjung Duren
-
Cerita Ibu Buruh di May Day, Ajak Anak ke Tengah Aksi