- DPR desak pemerintah tidak pangkas anggaran pendidikan dalam efisiensi APBN 2026.
- Lalu Hadrian Irfani tegaskan sektor pendidikan harus diproteksi demi investasi SDM.
- Komisi X DPR kawal rencana efisiensi anggaran kementerian pendidikan tahun depan.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani, memberikan catatan kritis terkait rencana pemerintah melakukan efisiensi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026. Meskipun mendukung langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal, Lalu menegaskan bahwa sektor pendidikan harus diproteksi dari segala bentuk pemangkasan anggaran.
Ia menilai kebijakan efisiensi merupakan langkah antisipatif yang rasional guna menghadapi tekanan ekonomi global serta menjaga agar defisit anggaran tetap terkendali. Namun, ia mengingatkan agar setiap kebijakan yang diambil tidak mengorbankan program-program prioritas nasional yang berkelanjutan.
“Dalam situasi tekanan ekonomi global saat ini, efisiensi anggaran memang menjadi langkah yang tidak terhindarkan demi menjaga kesehatan fiskal negara,” ujar Lalu kepada wartawan, Rabu (18/3/2026).
Kendati demikian, politisi PKB ini menekankan pentingnya kecermatan dan selektivitas dalam memilah pos anggaran yang akan dikurangi. Ia menaruh perhatian besar pada sektor pendidikan yang dipandang sebagai fondasi utama pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masa depan Indonesia.
Lalu memperingatkan bahwa pengurangan dana di sektor pendidikan akan memicu efek domino negatif, mulai dari penurunan kualitas fasilitas sekolah hingga terhambatnya pengembangan kompetensi guru.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang bangsa. Jika anggarannya dipangkas, dampaknya akan langsung memengaruhi kualitas proses pembelajaran dan mengganggu berbagai program strategis pendidikan nasional,” tegasnya.
Selain masalah sarana, Lalu juga menyoroti potensi meningkatnya kesenjangan pendidikan antarwilayah. Ia khawatir daerah-daerah dengan keterbatasan akses akan semakin tertinggal jika alokasi anggaran tidak dijaga.
Sebagai langkah konkret, Komisi X DPR RI berkomitmen untuk mengawal isu ini melalui pembahasan mendalam bersama mitra kerja terkait, yakni Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Lalu memastikan pihaknya akan mengkaji setiap detail rencana efisiensi tersebut agar alokasi dana pendidikan tetap sesuai dengan amanat konstitusi.
“Komisi X akan mendalami rencana efisiensi ini bersama kementerian terkait. Kami ingin memastikan kebijakan ini tidak mengorbankan kualitas pendidikan serta menjamin keberlanjutan seluruh program yang sudah direncanakan,” pungkas Lalu.
Baca Juga: Disindir Ekonomi Lesu di Bawah Kepemimpinannya, Menkeu Purbaya Turun Gunung ke Pasar Tradisional
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu