News / Metropolitan
Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:10 WIB
Ilustrasi harga pangan; harga cabai rawit. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Pemprov DKI Jakarta menjamin stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok sehari sebelum Idulfitri 1447 H.
  • Harga beras dan daging ayam terkendali, meskipun cabai rawit merah mengalami kenaikan signifikan hingga Rp115.000/kg.
  • Pemerintah menggelar bazar pangan murah di 43 lokasi dan mengawasi distribusi untuk menjaga kestabilan pasca-Lebaran.

Suara.com - Pemprov DKI Jakarta memberikan jaminan penuh terkait stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok tepat satu hari menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.

Berdasarkan pemantauan harian di lapangan, komoditas vital seperti beras, daging ayam, hingga aneka sayur-mayur dilaporkan masih dalam kondisi yang sangat terkendali.

"Memang terdapat kenaikan pada sejumlah komoditas, namun masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu daya beli masyarakat," ucap Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rente Allo, dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).

Data resmi informasi pangan Jakarta menunjukkan pergerakan harga beras relatif landai dengan kenaikan yang tergolong tipis.

Untuk jenis beras IR I, harga dipatok pada kisaran Rp15.000 hingga Rp15.600 per kilogram, sementara beras premium Setra I dibanderol pada angka Rp16.300 hingga Rp16.400 per kilogram.

"Data ini menunjukkan bahwa pasokan beras di Jakarta relatif aman dan distribusi berjalan baik. Tidak ada lonjakan signifikan jelang Idulfitri," terang Elisabeth.

Bergeser ke sektor protein hewani, harga daging ayam terpantau berada di angka Rp45.000 per kilogram, sedangkan daging sapi masih bertahan di kisaran Rp140.000 hingga Rp155.000 per kilogram.

Anomali justru terjadi pada komoditas daging kambing, yang dilaporkan mengalami penurunan harga tipis di tengah tingginya permintaan pasar.

Namun, masyarakat perlu mewaspadai harga cabai rawit merah yang menjadi penyumbang kenaikan paling signifikan karena telah menembus angka Rp115.000 per kilogram.

Baca Juga: 30 Kartu Ucapan Idulfitri 2026 Paling Aesthetic dan Kekinian untuk Lebaranmu, Download Gratis

"Kenaikan ini sangat dipengaruhi faktor cuaca dan distribusi, sehingga fluktuasinya lebih tinggi. Namun, kami terus melakukan intervensi pasar untuk menjaga kestabilan," jelas Elisabeth.

Demi meredam fluktuasi, Pemprov DKI Jakarta telah menyebar titik-titik bazar pangan murah secara serentak di 43 lokasi strategis di seluruh wilayah ibu kota.

Pemerintah juga memastikan bahwa pengawasan distribusi pangan dilakukan secara real-time untuk mengantisipasi adanya sumbatan pasokan hingga masa pasca-Lebaran.

"Sesuai arahan Pak Gubernur, kami terus berupaya memastikan stok pangan mencukupi," tegas Elisabeth.

Melalui langkah-langkah preventif ini, warga Jakarta dihimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong yang berlebihan.

"Ketersediaan pangan aman, harga terkendali, dan kami terus melakukan pengawasan hingga setelah Idulfitri," pungkas Elisabeth. 

Load More