- Pemprov DKI Jakarta menjamin stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok sehari sebelum Idulfitri 1447 H.
- Harga beras dan daging ayam terkendali, meskipun cabai rawit merah mengalami kenaikan signifikan hingga Rp115.000/kg.
- Pemerintah menggelar bazar pangan murah di 43 lokasi dan mengawasi distribusi untuk menjaga kestabilan pasca-Lebaran.
Suara.com - Pemprov DKI Jakarta memberikan jaminan penuh terkait stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok tepat satu hari menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
Berdasarkan pemantauan harian di lapangan, komoditas vital seperti beras, daging ayam, hingga aneka sayur-mayur dilaporkan masih dalam kondisi yang sangat terkendali.
"Memang terdapat kenaikan pada sejumlah komoditas, namun masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu daya beli masyarakat," ucap Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rente Allo, dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).
Data resmi informasi pangan Jakarta menunjukkan pergerakan harga beras relatif landai dengan kenaikan yang tergolong tipis.
Untuk jenis beras IR I, harga dipatok pada kisaran Rp15.000 hingga Rp15.600 per kilogram, sementara beras premium Setra I dibanderol pada angka Rp16.300 hingga Rp16.400 per kilogram.
"Data ini menunjukkan bahwa pasokan beras di Jakarta relatif aman dan distribusi berjalan baik. Tidak ada lonjakan signifikan jelang Idulfitri," terang Elisabeth.
Bergeser ke sektor protein hewani, harga daging ayam terpantau berada di angka Rp45.000 per kilogram, sedangkan daging sapi masih bertahan di kisaran Rp140.000 hingga Rp155.000 per kilogram.
Anomali justru terjadi pada komoditas daging kambing, yang dilaporkan mengalami penurunan harga tipis di tengah tingginya permintaan pasar.
Namun, masyarakat perlu mewaspadai harga cabai rawit merah yang menjadi penyumbang kenaikan paling signifikan karena telah menembus angka Rp115.000 per kilogram.
Baca Juga: 30 Kartu Ucapan Idulfitri 2026 Paling Aesthetic dan Kekinian untuk Lebaranmu, Download Gratis
"Kenaikan ini sangat dipengaruhi faktor cuaca dan distribusi, sehingga fluktuasinya lebih tinggi. Namun, kami terus melakukan intervensi pasar untuk menjaga kestabilan," jelas Elisabeth.
Demi meredam fluktuasi, Pemprov DKI Jakarta telah menyebar titik-titik bazar pangan murah secara serentak di 43 lokasi strategis di seluruh wilayah ibu kota.
Pemerintah juga memastikan bahwa pengawasan distribusi pangan dilakukan secara real-time untuk mengantisipasi adanya sumbatan pasokan hingga masa pasca-Lebaran.
"Sesuai arahan Pak Gubernur, kami terus berupaya memastikan stok pangan mencukupi," tegas Elisabeth.
Melalui langkah-langkah preventif ini, warga Jakarta dihimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong yang berlebihan.
"Ketersediaan pangan aman, harga terkendali, dan kami terus melakukan pengawasan hingga setelah Idulfitri," pungkas Elisabeth.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun
-
Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM