News / Nasional
Selasa, 05 Mei 2026 | 12:40 WIB
Aparat kepolisian bergerak cepat mengusut kasus kekerasan yang menimpa Wakil Ketua Umum (Waketum) PSI, Ronald Aristone Sinaga, atau yang akrab disapa Bro Ron. (Suara.com)
Baca 10 detik
  • Polisi menangkap dua pelaku pemukulan terhadap Waketum PSI, Ronald Aristone Sinaga, di Mapolsek Metro Menteng, Jakarta.
  • Insiden kekerasan terjadi saat Ronald mengadvokasi pembayaran gaji karyawan di kantor Michael Putra Dan Partners, Senin (4/4).
  • Pihak kepolisian tengah mendalami motif kelompok tak dikenal yang melakukan intimidasi hingga menyebabkan terjadinya aksi pemukulan tersebut.

Suara.com - Aparat kepolisian bergerak cepat mengusut kasus kekerasan yang menimpa Wakil Ketua Umum (Waketum) PSI, Ronald Aristone Sinaga, atau yang akrab disapa Bro Ron.

Dua orang terduga pelaku pemukulan kini telah diringkus dan tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Metro Menteng.

Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, mengonfirmasi penangkapan tersebut. Langkah ini diambil setelah pihak korban resmi melayangkan laporan atas insiden yang dialaminya.

"Terduga pelaku dua orang sudah kami amankan di Polsek Menteng untuk di proses lebih lanjut," tegas Braiel kepada awak media di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Peristiwa pemukulan ini terjadi pada Senin (4/5) sore sekitar pukul 16.22 WIB.

Saat itu, Bro Ron hadir bukan tanpa alasan. Ia tengah mendampingi 15 karyawan PT Sinergi Karya Sejahtera untuk melakukan audiensi ke kantor Michael Putra Dan Partners.

Politisi PSI Ronald Aristone Sinaga atau Bro Ron. [Suara.com/Mae Harsa].

Kedatangan mereka bertujuan menuntut hak para karyawan terkait gaji yang belum dibayarkan.

Namun, audiensi tersebut menemui jalan buntu karena sosok Michael yang dituju tidak berada di lokasi. Menghindari keributan di area kantor, Polsek Metro Menteng sebenarnya sudah berinisiatif memindahkan proses mediasi ke kantor Polsek.

Situasi Memanas Akibat Intervensi Kelompok Tak Dikenal

Baca Juga: 'Dilepeh' Gerindra, PSI Beri Kode Tolak Budi Arie Gabung: Tidak Ada Tempat Bagi Pengkhianat Jokowi

Awalnya, proses dialog di lokasi berjalan aman dengan pengawalan petugas. Namun, situasi mendadak berubah mencekam ketika sekelompok orang tak dikenal muncul dan mulai melakukan intimidasi serta menghalangi proses audiensi.

"Akibat dari perbuatan sekelompok orang tersebut, situasi menjadi panas dan timbul percekcokan sampai dengan akhirnya korban menerima pukulan dari sekelompok orang tersebut," ungkap Braiel.

Pasca-kejadian, polisi langsung bergerak mendampingi korban untuk melakukan langkah hukum dan medis.

"Pak Ronald sudah membuat laporan Polisi dan sudah kami antarkan untuk di visum serta diminta keterangan, termasuk saksi," pungkas Kapolsek.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif di balik kehadiran kelompok tak dikenal tersebut dan peran kedua pelaku dalam aksi kekerasan tersebut. (Antara)

Load More