News / Nasional
Selasa, 05 Mei 2026 | 12:31 WIB
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurrachman. (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Dudung Abdurrachman membantah tudingan Habib Rizieq terkait pengaruhnya terhadap narasi Presiden Prabowo mengenai situasi di Yaman.
  • Dudung di Jakarta pada Selasa (5/5/2026) meminta Rizieq berhenti melakukan provokasi dan lebih mengutamakan persatuan bangsa.
  • Dudung menegaskan bahwa tindakan penurunan baliho FPI di masa lalu dilakukan atas perintah resmi demi stabilitas nasional.

Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurrachman membantah tudingan Habib Rizieq Shihab ihwal "Jenderal Baliho" yang memengaruhi Presiden Prabowo Subianto berbicara soal Yaman.

Diketahui, tudingan "Jenderal Baliho" ditujukan Rizieq terhadap Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, yang juga merupakan jabatan Dudung.

"Nah, sekarang ramai seakan-akan bahwa saya jadi KSP kemudian akhirnya narasi dari Bapak Presiden itu muncul. Ya itu bukan, bukan dari saya," kata Dudung di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Dudung lantas mengingatkan Rizieq agar bisa memunculkan keteduhan bagi masyarakat dan bangsa, bukan justru membangun narasi provokasi.

"Tapi artinya bahwa menurut saya bahwa Pak Rizieq, ya, sudah tualah, sudah sama-sama tua. Ya marilah kita bangun bangsa ini dengan keteduhan, dengan tidak memprovokasi," kata Dudung.

"Saya lihat bahasa-bahasanya tidak pernah berubah, bahasa-bahasa lama dengan sekarang itu ya," sambung Dudung.

Menurut Dudung, sebagai ulama, semestinya Rizieq dapat bersikap lebih bijak.

"Kalau dikatakan sebagai ulama, ulama itu yang selalu meneduhkan, ya. Berpikir jernih, matanya tidak pernah merendahkan orang lain, mulutnya tidak menjelekkan orang lain, hatinya juga dia tidak berprasangka buruk kepada orang lain, dan tangannya juga tidak dikotori dengan hal-hal yang tidak baik. Makanya jaga mata, jaga hati, dan jaga mulut," kata Dudung.

Dudung menyampaikan sebagaiman sesama anak banga seharisnya mengutamakan persatuan di tengah situasi global, mencakup ekonomi, politik, dan hukum yang tidak baik.

Baca Juga: Habib Rizieq Tuding 'Jenderal Baliho' Pengaruhi Prabowo Soal Yaman, Dudung: Tidak Usah Didengerin!

"Karena ini seluruh dunia ini terdampak dengan situasi global saat ini. Nah, Indonesia dengan kepemimpinan Bapak Presiden ini berupaya sekeras mungkin bagaimana untuk mengendalikan stabilitas nasional ini," kata Dudung.

Tak Ada Masalah

Habib Rizieq Shihab menyampaikan sambutan saat mengikuti reuni 212 di Silang Monas, Jakarta, Senin (2/12/2024). (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha).

Dudung menegaskan antara dia dan Rizieq sudah tidak memiliki masalah. Dudung mengingatkan kembali ihwal perseteruannya kala itu bersama Front Pembela Islam (FPI)

"Ya, kalau menurut saya, antara saya dengan Habib Rizieq sudah enggak ada masalah sebetulnya. Karena sebetulnya dulu waktu saya menurunkan baliho juga kan, karena FPI itu kan waktu itu organisasi memang sudah dibekukan di tahun 2019.

Dudung menegaskan tindakannya menurunkan baliho tersebut atas dasar perintah, usai dirinya melaporkan.

"Nah, yang menguatnya itu menurut saya karena ada ajakan-ajakan revolusi akhlak lah, yang kemudian akhirnya dari narasi-narasi yang disampaikan mengajak, kemudian mengembangkan kegiatan-kegiatan yang menurut saya memang mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Dan itu kita laporkan kepada Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan, bahkan Gubernur pun tahu, Kapolri dan sebagainya maka dilakukanlah tindakan-tindakan oleh TNI-Polri saat itu," tutur Dudung.

Load More