- Otoritas Israel menutup total Masjid Al Aqsa pada Jumat, 20 Maret 2026, berdalih kekhawatiran keamanan regional.
- Penutupan ini memaksa ratusan warga Palestina menggelar salat Idulfitri di luar Kota Tua yang dibarikade.
- OKI, Liga Arab, dan Komisi Uni Afrika mengutuk penutupan ini sebagai pelanggaran status quo dan hukum internasional.
Suara.com - Suasana tegang menyelimuti Yerusalem saat otoritas Israel mengambil langkah drastis dengan menutup total Masjid Al Aqsa pada Jumat (20/3/2026), tepat di pengujung bulan suci Ramadan.
Untuk pertama kalinya sejak 1967, kompleks suci ini tidak dapat diakses untuk ibadah, memaksa ratusan warga Palestina menggelar salat Idulfitri di jalan-jalan di luar Kota Tua yang telah dibarikade.
Pihak berwenang Israel berdalih penutupan ini, yang telah diberlakukan sejak 28 Februari, didasari oleh kekhawatiran keamanan di tengah memanasnya perang yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.
Namun, bagi warga Palestina, kebijakan ini dipandang sebagai strategi yang lebih luas untuk memperketat kontrol Israel atas salah satu situs paling suci dalam Islam.
Dampak dari penutupan ini dirasakan secara mendalam oleh warga lokal yang memiliki ikatan batin dengan Al Aqsa. Rasa sedih dan khawatir akan masa depan situs suci ini begitu terasa.
“Besok akan menjadi hari paling menyedihkan bagi para jemaah muslim di Yerusalem,” kata Hazen Bulbul, seorang warga Yerusalem kepada The Guardian.
“Yang saya takutkan adalah ini akan menjadi preseden berbahaya. Mungkin ini pertama kalinya, tetapi mungkin bukan yang terakhir. Campur tangan Israel di kota suci ini telah meningkat sejak 7 Oktober (2023),” lanjutnya.
Tindakan Israel ini sontak menuai kecaman keras dari panggung internasional.
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Liga Arab, dan Komisi Uni Afrika mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk keras kebijakan tersebut.
Baca Juga: BRI Bersama YBM BRILiaN Salurkan Bantuan Jelang AKhir Ramadan di Sengkang
Mereka menilai penutupan ini sebagai pelanggaran berat terhadap status quo dan hukum internasional.
“Israel, sebagai kekuatan pendudukan. Bertanggung jawab penuh atas konsekuensi dari tindakan ilegal dan provokatif ini,” tulis pernyataan tersebut.
Direktur unit media di kantor presiden Universitas Al Quds, Khalil Assali menyebut penutupan ini sebagai sebuah bencana.
Ia juga menyoroti perlakuan aparat keamanan Israel terhadap warga yang mencoba beribadah sedekat mungkin dengan kompleks masjid.
"Ketika Israel melihat pemuda Palestina mencoba shalat di titik terdekat dengan masjid Al Aqsa, mereka mengejarnya, mereka mengusir mereka saat mereka sedang salat," tegas Khalil Assali.
Berita Terkait
-
Iran Serang Yerusalem Barat, Haifa, dan Pangkalan AS di UEA dalam Fase Lanjutan Operasi Militer
-
Agenda Lebaran Prabowo 2026: Takbiran di Sumut, Salat Id di Aceh
-
Potret Salat Id Muhammadiyah di Berbagai Daerah Indonesia
-
Bacaan Takbiran Idulfitri Versi Panjang: Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
-
Bacaan Niat Puasa Syawal Sekaligus Bayar Utang Puasa Qadha Ramadan
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
AION UT Black Resmi Melantai di GIIAS 2026 Sebagai Pilihan Mobil Listrik Bergaya Elegan
-
4 Pameran di JIExpo Hadirkan Tren Beauty, Kesehatan, hingga Tekstil Terbaru
-
Sengketa HGB di STC, Dewan Cek Ruko yang Disegel Pemkot Pekanbaru
-
JKIND Rayakan Eksistensi 25 Tahun dalam Industri Kaca Film di Pameran GIIAS 2026
-
Andai Dapat Restu dari Presiden Prabowo dan FIFA, Erick Thohir Gas Maju Lagi Jadi Ketum PSSI
-
Polisi Amankan Pria Diduga Mabuk dan Mengamuk di Depan Gerbang UNS
-
Tim 9 Didesak Ungkap Siapa Pemilik Rp476 M dan Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
7 Ide Lomba 17 Agustus Hemat Biaya dan Unik, Dijamin Bikin Warga Ngakak!
-
Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
-
Bahlil Semprot AMPI: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'