News / Internasional
Sabtu, 21 Maret 2026 | 08:30 WIB
Suasana Idul Fitri di Gaza (ahlulbaitindonesia.or.id)
Baca 10 detik
  • Perayaan Lebaran 2026 di Timur Tengah seperti Beirut, Gaza, dan Iran diliputi kesuraman akibat konflik dan krisis ekonomi berat.
  • Krisis multidimensi memaksa pengungsi Suriah, Alaa, di Beirut kehilangan tempat tinggal dan tidak merencanakan perayaan Idul Fitri.
  • Kondisi ekonomi buruk di Gaza menyebabkan melonjaknya harga kebutuhan pokok, membatasi kemampuan masyarakat untuk merayakan hari raya.

“Dulu saya bisa memberi lebih dari 3.000 shekel, membeli pakaian baru dan makanan. Sekarang, itu semua tidak mungkin,” ujarnya.

Seorang ibu tiga anak, Shireen Shreim, juga merasakan hal serupa.

“Kebahagiaan Lebaran kami tidak lengkap,” katanya. “Kami keluar dari dua tahun perang hanya untuk menghadapi kehidupan tanpa kebutuhan dasar.”

Meski demikian, sebagian warga tetap berusaha menjaga semangat kebersamaan.

Peneliti politik Karim Safieddine menilai solidaritas menjadi kunci bertahan hidup di tengah konflik.

“Tanpa solidaritas, kita tidak bisa membangun kembali masyarakat,” ujarnya.

“Ini adalah awal untuk tetap memiliki harapan, bahkan ketika hidup di bawah bayang-bayang bom.”

Kontributor: M.Faqih

Baca Juga: Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran

Load More