Suara.com - Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian menyampaikan perhatian besar Presiden Prabowo Subianto terhadap percepatan penanganan penyintas serta rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Hal itu diungkapkan Tito setelah mendampingi Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idulfitri 1447 H/2026 bersama masyarakat terdampak bencana di Masjid Darussalam di komplek hunian sementara (huntara), Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (21/3/2026).
Tito mengungkapkan, sejak jauh hari Presiden Prabowo sudah berniat untuk salat idulfitri bersama pengungsi di daerah bencana, karena Presiden ingin berbagi rasa solidaritas dalam perayaan Lebaran bersama pengungsi bencana di Sumatera.
"(Sebenarnya) ada beberapa tempat yang kami siapkan, tapi beliau memilih tempat yang ada pengungsinya, yaitu masjid di huntara yang dibangun Danantara. Alhamdulilah kita tahu semua berjalan dengan lancar," kata Tito.
Tito mengatakan kehadiran Presiden Prabowo di tengah-tengah penyintas bencana pada momen Lebaran, merupakan bukti jika Presiden tidak sedikit pun mengurangi perhatian perkembangan rehabilitasi di tiga daerah terdampak, yang saat ini mulai menunjukkan progres signifikan di berbagai indikator.
"Ini adalah atensi beliau yang luar biasa dimomentum yang sangat suci di bulan ramadan, dan beliau malaksanakan salat Idulfitri bersama- sama dengan pengungsi di Aceh Tamiang sebagai simbol," kata Tito.
Menurut Tito, Presiden Prabowo selalu ingin menyempatkan hadir bersama penyintas pascabencana pada perayaan momen penting masyarakat, sebagaimana yang dilakukan Prabowo sewaktu merayakan pergantian tahun 2026 bersama penyintas pascabencana di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara.
Dalam kesempatan tersebut, Tito menyampaikan, Presiden Prabowo juga memberi aparesiasi kepada seluruh lintas sektor yang sudah bekerja keras melakukan rehabilitasi dan rekontruksi di segala sektor, sehingga daerah terdampak kembali pulih dari segi infrastrukrtur fisik, listrik, pasokan BBM dan layanan dasar seperti fasilitasi kesehatan dan pendidikan. Selain itu, juga sektor ekonomi yang ditandai mulai bangkitnya aktivitas jual beli di pasar.
"Beliau (Presiden Prabowo) memberikan apresiasi karena sudah mendekati normalitas. Kami akan terus bekerja untuk menyelesiakan beberapa persoalan lain, (seperti) mempermanenkan jalan, jembatan dan sungai yang harus kita normalisasi, fasilitas pendidikan juga harus dibereskan," kata Tito.
Baca Juga: Presiden Prabowo Apresiasi Progres Signifikan Pemulihan Pascabencana Sumatera
Sebagai langkah lanjut, Tito mengatakan akan melakukan percepatan relokasi sisa pengungsi yang hari ini tersisa 26 kepala keluarga di tenda pengungsian di Aceh Tamiang, agar segera menempati hunian layak. Selain itu, selagi merampungkan infrastruktur dasar, Satgas PRR juga akan mempercepat rehabilitasi tambak dan sawah warga yang rusak akibat banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Aceh, Sumut, hingga Sumbar.
"Kita juga akan bekerja keras juga untuk proses yang berikutnya yaitu Huntap baik yang insitu oleh BNPB dan yang komunal yang kompleks. Saya sudah rapat berkali- kali dengan Menteri PKP. Setelah Lebaran akan kita eksekusi," kata Tito.
Kunjungan Presiden Prabowo dan Kasatgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian ke Aceh Tamiang, dalam melaksanakan salat Idulfitri bersama pengungsi ini turut didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto, Kepala Staf TNI AD Jenderal Maruli Simanjuntak, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf.***
Berita Terkait
-
Presiden Prabowo Apresiasi Progres Signifikan Pemulihan Pascabencana Sumatera
-
Kasatgas Tito Bersama Presiden Laksanakan Salat Idulfitri di Kabupaten Aceh Tamiang
-
Open House Istana Diserbu Warga, Antre Halal Bihalal dengan Presiden Prabowo
-
Kasatgas PRR Dampingi Presiden Prabowo Rayakan Idulfitri Bersama Masyarakat di Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Minta Pemda Segera Rampungkan Pendataan Warga yang Akan Tempati Huntap
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Donald Trump: Ayolah Iran, Kibarkan Bendera Putih
-
Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai
-
Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot
-
Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
-
Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi