News / Nasional
Minggu, 22 Maret 2026 | 18:27 WIB
Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak akan pernah mengorbankan kepentingan nasional dalam setiap kebijakan yang diambil, termasuk dalam perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART). [Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo menegaskan kebijakan Indonesia, termasuk ART dengan AS, selalu mengutamakan kepentingan nasional Indonesia.
  • Perjanjian dagang Indonesia-AS telah dipertimbangkan matang, menghasilkan penurunan tarif dari 32% menjadi 19%.
  • Sebanyak 1.819 komoditas strategis nasional Indonesia memperoleh keuntungan tarif ekspor nol persen.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak akan pernah mengorbankan kepentingan nasional dalam setiap kebijakan yang diambil, termasuk dalam perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Menurut Prabowo seluruh isi perjanjian tersebut telah melalui berbagai pertimbangan matang sebelum disepakati pemerintah, terutama terkait penurunan tarif dari 32 persen menjadi 19 persen.

“Saudara harus percaya bahwa saya mengutamakan kepentingan nasional Indonesia. Jika saya menilai kepentingan nasional kita terancam oleh perjanjian apa pun, maka kita bisa meninggalkannya,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia mendapatkan perlakuan khusus dari Presiden AS, Donald Trump.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah berjanji maupun berkomitmen untuk menyumbang sebesar USD 1 miliar kepada Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang diusung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. [Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI]

Pemerintah, kata Prabowo, tetap memiliki ruang untuk melakukan negosiasi jika perjanjian dinilai merugikan.

“Dalam perjanjian kemarin, kita sepakat bahwa jika ada hal-hal yang belum berkenan bagi kedua pihak atau bertentangan dengan kepentingan kita, maka akan dibuat klausul penyesuaian,” kata Prabowo.

Prabowo menyebut keistimewaan tersebut tidak dimiliki negara lain dalam perjanjian serupa dengan Amerika Serikat.

“Setahu saya, klausul seperti ini tidak ada dalam perjanjian dengan negara lain,” ujar Prabowo.

Selain itu, Prabowo menilai Indonesia memperoleh keuntungan signifikan dari kesepakatan ini. Sebanyak 1.819 komoditas strategis nasional, seperti kopi dan minyak sawit, mendapatkan tarif nol persen.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegas! Jenderal Pun Bisa Disikat Jika Tak Sejalan Reformasi TNI-Polri

“Dalam perjanjian ini, ada 1.819 komoditas kita yang tarifnya nol persen. Tentu ini menguntungkan,” ujar Prabowo.

Terkait kemungkinan Indonesia mengikuti langkah Malaysia yang membatalkan perjanjian dagang dengan AS, Prabowo menegaskan pemerintah akan bersikap rasional dan mengutamakan keuntungan nasional.

“Kita pasti mencari yang menguntungkan, bukan sebaliknya,” kata Prabowo.

Load More